Pendeta Henderson Sembiring yang Diduga Bunuh Jemaatnya Tiba-tiba Ketakutan di Kantor Polisi

Takutnya itu kalau ditinggal sebentar aja sama penyidik, dia langsung bilang 'pak-pak tolong jangan pergi dulu.

Pendeta Henderson Sembiring yang Diduga Bunuh Jemaatnya Tiba-tiba Ketakutan di Kantor Polisi
TRIBUN MEDAN
Pendeta Henderson Sembiring Kembaren (kanan) dan mayat Rosalia Cici Maretini Siahaan (21 tahun). 

SRIPOKU.COM - Terduga pelaku pembunuhan Rosalia Cici Maretini boru Siahaan (21), Pendeta Henderson Sembiring  (54 tahun), tiba-tiba menjadi seorang penakut.

Pendeta Henderson tidak berani ditinggal seorang diri, meskipun saat berada di kantor polisi.

"Takutnya itu kalau ditinggal sebentar aja sama penyidik, dia langsung bilang 'pak-pak tolong jangan pergi dulu. Sini ajalah, tolonglah saya'," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Deliserdang, AKP Ruzi Gusman kepada Harian Tribun Medan/daring Tribun-Medan.com, Jumat (1/6/2018).

Hingga kini Henderson masih menjalani pemeriksaan atas dugaan melakukan pelecehan seksual serta membunuh anak angkatnya, Rosalia Cici Maretini.

Baca: Kisah Cinta Terlarang, Pendeta Henderson Cemburu Dengar Rosalia Ada Pacar Padahal Punya Istri & Anak

Polisi mengungkap kemungkinan keduanya menjalin hubungan cinta terlarang.

AKP Ruzi menyebut pemeriksaan terhadap Pendeta Henderson ini diperkirakan memakan waktu lama. Perkara seperti ini harus diperiksa secara mendetail.

Agar suasana kebatinan tersangka tidak semakin terganggu, polisi melarang orang lain, termasuk keluarganya menemuinya.

"Ini kan kasus besar. Kami mau cek juga kejiwaannya. Kalau punya gangguan jiwa, tidak sepertinya tapi kami masih terus dalamilah keterangan yang dia berikan," kata AKP Ruzi.

Pendeta pada Gereja Sidang Rohulkudus Indonesia (GSRI) itu diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap Rosalia, anak angkat sekaligus jemaatnya.

Sehari pascakejadian, penyidik telah menemukan fakta-fakta baru.

Halaman
1234
Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help