Pembobol Bayaran E-mail Yahoo Divonis 5 Tahun Penjara

Seorang hacker bayaran yang ikut serta dalam peretasan 500 juta akun e-mail Yahoo tahun 2014 silam, Karim Baratov, pekan ini menerima vonis lima

Pembobol Bayaran E-mail Yahoo Divonis 5 Tahun Penjara
gOOGLE iMAGES
YAHOO 

SRIPOKU.COM - Seorang hacker bayaran yang ikut serta dalam peretasan 500 juta akun e-mail Yahoo tahun 2014 silam, Karim Baratov, pekan ini menerima vonis lima tahun penjara.

Berita Lainnya:
Di Hack, Yahoo Terpaksa Reset Password

Baratov harus membayar denda sebesar 2,25 juta dollar AS (sekitar Rp 31,2 juta) dan harus membayar biaya pengadilan sebesar 250.000 dollar AS (sekitar Rp 3,4 juta) per persidangan.

Baratov juga harus memberikan ganti rugi kepada korban dengan aset yang dia tinggalkan. Dalam persidangan, Baratov mengaku bersalah atas sembilan tuntutan kejahatan peretasan.

Setidaknya sebanyak 80 akun diretas oleh Baratov berdasarkan pesanan dari klien asal Rusia. Ia juga membobol 11.000 akun e-mail sepanjang 2010 hingga sebelum penangkapannya pada Maret 2017.

Baratov berdalih ia tidak tahu jika saat itu sedang bekerja dengan mata-mata Rusia. ia beralasan tidak pernah mengorek informasi tentang pelanggannya. Dua warga Rusia pemesan jasa Baratov inilah yang menjadi dalang peretasan e-mail Yahoo.

Nama Karim Baratov alias Karim Taloverov alias Karim Akehmet Tokbergenov pertama kali mencuat ketika dua warga negara Rusia tersebut didakwa atas pembobolan akun Yahoo. Mereka memberikan data ke Baratov yang kemudian ia eksekusi untuk diretas akun e-mailnya.

Karim Baratov
(THE CANADIAN PRESS/HO-Instagram Karim Baratov)

Target peretasan tersebut adalah wartawan AS dan Rusia, pejabat pemerintah dan karyawan layanan keuangan serta bisnis swasta, termasuk orang-orang yang terlibat dalam kepentingan konspirasi.

Baratov menggunakan metode phising untuk mencuri password targetnya. Metode ini biasanya mengelabui target dengan form login palsu pada situs tiruan yang serupa dengan situs aslinya.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help