Bursa Transfer Pemain

5 Transfer Aneh di Sepak Bola, Es Krim hingga Minyak Zaitun Jadi Alat Tukar

Bursa transfer musim 2018-2019 telah resmi dibuka per tanggal Juni 2018. Meski tidak menggelar pertandingan, cerita pada bursa transfer

Editor: Bedjo
LLUIS GENE / AFP
Neymar. 

SRIPOKU.COM - Bursa transfer musim 2018-2019 telah resmi dibuka per tanggal Juni 2018. Meski tidak menggelar pertandingan, cerita pada bursa transfer masih menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar sepak bola.

Berita Lainnya:
Tak Diperpanjang, Tinggalkan Arsenal Santi Cazorla Mengaku Sangat Sedih

Masa jual-beli pemain selalu memunculkan cerita seru dan dipastikan selalu meyedot perhatian.

Sebagai contoh, pada musim panas 2017, Paris Saint-Germain menggelontorkan 222 juta euro (Rp 3,5 triliun) untuk membeli Neymar dari FC Barcelona. Nominal tersebut memecahkan rekor transfer dunia.

Menilik sejarah bursa transfer ke belakang, banyak kejadian unik dibalik proses perpindahan pemain ke klub baru. Dikutip dari Bolasport.com, berikut adalah lima cerita unik dalam sejarah bursa transfer:

1. Negosiasi es krim
Pada 1928, Hugh McLenahan hanyalah seorang pemain berusia 18 tahun sekaligus pedagang es krim yang sedang mengalami masalah finansial. Momen tersebut dimanfaatkan oleh asisten manajer Manchester United, Louis Rocca, guna membujuk si pemain agar mendarat di Old Trafford.

ilustrasi
Baranews.co

Rocca menghadiahi McLenahan satu lemari pendingin yang dipenuhi es krim buat didagangkan. Setelah diberi lemari es beserta isinya, Hugh McLenahan akhirnya gabung dengan Setan Merah dan bertahan selama sembilan tahun.

2. Beli pemain dengan daging babi
Klub asal Rumania, Jiul Petrosani, menjual salah satu pemainnya ke Valcea pada bursa transfer Januari 1998. Namun, bukanlah uang yang mereka dapatkan dari penjualan tersebut, melainkan 500 kilogram daging babi. Daging-daging itu akhirnya dijual oleh Jiul Petrosani untuk membayar gaji pemain lain.

3. Kaki mungil Mauricio Pochettino

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, menyaksikan timnya bertanding melawan Bayer Leverkusen, pada ajang Liga Champions di Stadion Wembley, Rabu (2/11/2016) waktu setempat. (ADRIAN DENNIS/AFP)

Pada tahun 1987, Mauricio Pochettino yang sedang berusia 14 tahun siminta oleh ayahnya untuk melakoni tes di Newell's Old Boys. Suatu hari, pada pukul 02.00 dini hari, rumah Pochettino disambangi oleh Marcelo Bielsa, yang kala itu menjabat sebagai pelatih tim muda Newell's Old Boys.

Bielsa pun melakukan hal yang tak biasa, yakni meneliti kaki pemain cilik yang didatanginya. Bielsa percaya bahwa seorang pemain hebat bisa dilihat hanya dari kaki.

"Dia mencari kaki seorang pesepak bola. Sebagai gantinya, dia menemukan kaki seorang bocah gemuk," kata Pochettino mengenang masa lalu.

Berawal dari Newell's Old Boys, Pochettino kemudian melanglang buana ke klub-klub top Eropa, salah satunya Paris Saint-Germain.

4. Pemain labil
Kisah transfer kali ini melibatkan cerita Lou Macari yang bergabung dengan Manchester United pada tahun 1973. Sebelum bergabung dengan Man United, Macari bertemu dengan Bill Shankly selaku pelatih Liverpool FC pada bursa transfer Januari.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved