Berita Empatlawang

Sengketa Lahan di Desa Tanjungkupang Baru Empatlawang, Perusahaan dan Warga Belum Ada Titik Temu 

kesempatan tersebut Pemkab Empatlawang mempertemukan perwakilan masyarakat dengan pihak perusahaan kelapa sawit diruang Kabag Tapem

Sengketa Lahan di Desa Tanjungkupang Baru Empatlawang, Perusahaan dan Warga Belum Ada Titik Temu 
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Rapat antara pihak perusahaan kelapa sawit dan masyarakat yang difasilitasi oleh Pemkab Empatlawang diruang Kabag Tapem. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Awijaya 

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG - Sejumlah warga dari Desa Tanjungkupang Baru Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Empatlawang mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empatlawang, terkait persoalan sengketa lahan antara perusahaan kelapa sawit dengan lahan diduga milik warga Desa Tanjungkupang Baru Kecamatan Tebingtinggi.

Perwakilan warga ini diterima oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Empatlawang, Darno Bakar dan Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Empatlawang, Sobri.

Pada kesempatan tersebut Pemkab Empatlawang mempertemukan perwakilan masyarakat dengan pihak perusahaan kelapa sawit diruang Kabag Tapem, sempat ada rapat terkait persoalan sengketa lahan tersebut dengan beberapa warga Desa Tanjungkupang.

Baca: Naskah Melayu Palembang Kembali Dibedah, Uji Jejak Peradaban Islam di Bumi Sriwijaya

Namun demikian, rapat tersebut belum ada titik temu rencananya pemkab Empatlawang sebagai penengah memberikan solusi untuk kembali diadakan pertemuan antara kedua pihak perusahaan dan warga.

Dengan pembahasan lanjutan Minggu pertama bulan Juli 2018 dengan menghadirkan pihak Pemerintah Kabupaten Lahat.

"Tidak hanya itu, baik perusahaan maupun warga wajib membawa data atau dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kepemilikan lahan. Semisal untuk perusahaan membawa HGU khusus wilayah Empatlawang, lalu dokumen ganti rugi dan sebagainya," ungkapnya.

Baca: Program Cari Pahala di Awal Ramadan, Pesanan GO-FOOD Meningkat Hingga 450 Persen 

Dalam permasalahan ini, kata Darno, fokus kepada kepemilikan lahan bukan batas wilayah.

Sementara itu, kuasa hukum dari warga Desa Tanjungkupang Baru, Rahman mengatakan, mereka ingin lahan tersebut dikembalikan kepada masyarakat.

"Secara history masih milik masyarakat, lahan tersebut bagian dari usaha perkebunan mereka seperti kebun karet," kata dia. 

Penulis: Awijaya
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help