Mutiara Ramadan 2018

Tugas Manusia Sebagai Khalifah di Bumi

Apa bedanya manusia dengan makhluk lain? Jika mengacu pada ayat-ayat Al-Quran sangat jelas apa tujuan manusia dipercaya mendiami bumi ini.

Tugas Manusia Sebagai Khalifah di Bumi
ai hanifah
Ilustrasi. 
Dr. KH. Cholil Nafis, Lc, MA
Ketua Komisi Dakwah MUI
Dr. KH. Cholil Nafis, Lc, MA Ketua Komisi Dakwah MUI. (Internet)

SRIPOKU.COM - SERING muncul pertanyaan tentang tugas manusia di muka bumi. Apa bedanya manusia dengan makhluk lain? Jika mengacu pada ayat-ayat Al-Quran sangat jelas apa tujuan manusia dipercaya mendiami bumi ini. Cobalah kita cek lembaran-lembaran Al-Quran maka akan dijumpai pada surat Adz- Dzariyat: 56, yang artinya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."

Berita Lainnya:
Inilah Kisah Seorang Gubenur MIskin Zaman Khalifah Umar Yang Harusnya Jadi Contoh Pempimpin Sekarang

Manusia tercipta dengan keunggulan potensi-potensinya dibanding dengan makhluk lain. Kemampuan manusia mengenal nama-nama (pengetahuan) di muka bumi dengan akalnya inilah yang menjadi alasan kenapa Allah memilihnya dibandingkan makhkuk lain, seperti malaikat maupun iblis. Dalam QS: 30-34 menggambarkan betapa malaikat mengakui keunggulan manusia, meskipun sering menumpahkan darah sesama. Sementara iblis menolak untuk hormat kepadanya karena faktor egonya yang merasa lebih mulia karena diciptakan dari api dibanding manusia yang dari tanah.

Dalam ilmu mantiq disebut manusia adalah binatang yang berakal. Artinya, pada dasarnya manusia memiliki kesamaan dengan binatang yang memiliki insting dan nafsu, hanya saja dengan hati dan akalnya dia akan mampu membangun peradaban unggul dengan kemajuan teknologi yang hebat. Belum lagi dengan kemampuan hatinya yang mampu menembus batas-batas keilahian yang bisa mencapai puncak sebagai insan kamil.

Karenanya, Allah tidak membiarkan manusia begitu saja dengan hanya menuruti tarikan nafsunya. Jelas Allah SWT. tidak memerintahkan manusia hanya untuk makan, minum, melepas lelah, tidur, mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hidup. Ingatlah, bukan hanya dengan tujuan seperti ini Allah menciptakan manusia. Akan tetapi ada tujuan besar di balik itu semua yaitu agar setiap hamba dapat beribadah kepada-Nya.

"Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" (QS: Al-Mu'minun: 115). Ilmuwan muslim terkenal masa lalu, Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya, Madarijus Salikin, mengatakan, "Apakah kalian diciptakan tanpa ada maksud dan hikmah, tidak untuk beribadah kepada Allah, dan juga tanpa ada balasan dari-Nya? Tentu saja tidak. Manusia dan jin diciptakan dengan tujuan besar. Sebagai khalifah di muka bumi tidak mungkin diciptakan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang.

"Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?" (QS: Al-Qiyamah: 36). Dua Tugas Utama dari penjelasan di atas menyiratkan pesan bahwa manusia memiliki misi besar selama dipercaya hidup di dunia. Namun demikian, selain beribadah, karena bumi ini luas dan manusia dikaruniai akal budi yang hebat, maka manusia harus pula menjalankan tugas-tugas khalifah sebagai berikut:

Pertama, memakmurkan bumi. Manusia memiliki kewajiban kolektif yang dibebankan Allah kepadanya. Manusia diberikan keleluasaan untuk mengeksplorasi kekayaan bumi untuk kemanfaatan sebanyak-banyaknya umat manusia dan makhkuk lain. Hanya saja, tugas eksplorasi ini harus dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, dilakukan dan dinikmati secara adil dan merata. Tentu harus dilakukan dengan tetap menjaga kekayaan agar tidak punah. Sehingga generasi selanjutnya dapat melanjutkan eksplorasi itu, tanpa ada kehancuran yang massif akibat nafsu angkara murka.

Kedua, melestarikan bumi. Memelihara atau melestarikan bumi dapat dipahami dalam arti luas, termasuk juga memelihara akidah dan akhlak manusianya. Sebagai makhluk yang dikaruniai akal dan hati maka harus bisa memastikan kenyamanan lingkungan dengan menjaga keseimbangan hidup, menjunjung tinggi moralitas atas dasar nilai-nilai ketuhanan.

Mengapa Allah memerintahkan umat Nabi Muhammad SAW untuk memelihara bumi dari kerusakan? Karena sesungguhnya manusia lebih banyak yang membangkang dibanding yang benar-benar berbuat shaleh sehingga manusia akan cenderung untuk berbuat kerusakan. Hal ini sudah terjadi pada masa nabi-nabi sebelum nabi Muhammad saw sebagaimana disebut dalam QS: Al-Isra: 4 yang berbunyi: "dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". (QS: Al-Isra: 4).

Karena itu, sebagai seorang muslim dan hamba Allah yang taat tentu kita akan menjalankan fungsi sebagai khalifah di muka bumi dengan tidak melakukan pengrusakan terhadap alam karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Jadi jelas sekali apa tugas-tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Selain beribadah kepada Allah, juga memaksimalkan peran akal budinya untuk membangun peradaban unggul, bermartabat, dengan menjunjung tinggi akhlak mulia. Wallahu a'lam. (*)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved