Dinilai Bisa Redam Aksi Teror, Kapolri Minta Pernyataan Aman Abdurrahman Ini Diviralkan

Kapolri percaya hal itu karena Aman Abdurahman adalah pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kelompok yang diduga sebagai dalang bom Surabaya

Dinilai Bisa Redam Aksi Teror, Kapolri Minta Pernyataan Aman Abdurrahman Ini Diviralkan
Antara, IST
Bom bunuh diri di Surabaya dan Aman Abdurrahman 

SRIPOKU.COM, JAMBI - Pernyataan terdakwa kasus terorisme, Aman Abdurrahman, yang disampaikannya pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menjadi catatan khusus Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Begitu pentingnya pernyataan Aman Abdurrahman itu sehingga Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meminta agar diviralkan.

Pada saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam persidangan, Aman Abdurrahman menyatakan bahwa hanya orang sakit jiwa yang menamakan serangkaian teror di Surabaya sebagai jihad.

Baca: Terancam Hukuman Mati, Surat Aman Abdurahman Ini Sungguh Menggetarkan, Ini Jihad Sesungguhnya!

Baca: Jasad Terduga Teroris di Surabaya Sulit Untuk Dimakamkan, Miris! 3 Lubang Untuk Mengubur 7 Jenazah

2 Istri Bomber Surabaya-Sidoarjo, Diidentifikasi dari Magetan Beratar Belakang Keluarga Terpandang
2 Istri Bomber Surabaya-Sidoarjo, Diidentifikasi dari Magetan Beratar Belakang Keluarga Terpandang (Istimewa)

"Tolong nanti viralkan pernyataan Aman Abdurahman di sidang," ujar Kapolri di Mapolda Jambi, Jumat (25/5/2018).

Kapolri menilai penyataan Aman Abdurahman sangat penting untuk meredam aksi teror seperti yang terjadi di Surabaya yakni melakukan bom bunuh diri di Gereja, bahkan melibatkan anak-anak.

Tito percaya hal itu karena Aman Abdurahman adalah pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kelompok yang diduga sebagai dalang bom Surabaya dan aksi teror di sejumlah daerah.

Baca: Seminggu Tewas Usai Aksi Teror Bom Surabaya, Polisi Ungkap Fakta Mencengangkan Jenazah Dita, Miris

Baca: Berani Sebut Bom Bunuh Diri di Surabaya Rekayasa, Kepala Sekolah SMP Langsung Dapat Karma

Bom Meledak di Polrestabes Surabaya
Bom (Google)

"Amman Abdurahman menyampaikan bahwa melakukan serangan kepada orang kafir, termasuk umat Nasrani, sepanjang dia tidak menggangu tidak boleh dan haram, berdosa, apalagi melakukan bom bunuh diri, membawa anak, itu masuk neraka. Itu bukan kata saya," kata Kapolri.

Sebelumnya, Aman menyebut hanya orang-orang sakit jiwa yang menamakan serangkaian teror tersebut sebagai jihad.

"Dua kejadian (teror bom) di Surabaya itu saya katakan, orang-orang yang melakukan, atau merestuinya, atau mengajarkan, atau menamakannya jihad, adalah orang-orang yang sakit jiwanya dan frustrasi dengan kehidupan," ujar Aman.

Kondisi di lokasi kejadian pasca meledaknya bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.
Kondisi di lokasi kejadian pasca meledaknya bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi. (Surya/IST)

Baca: Jasadnya Ditolak, Ini Kisah Puji Kuswati, Ibu Rayu Anak Ikut Bom Bunuh Diri, Pernah S2 di Australia

Baca: Disuruh Tito Karnavian Bunuh Diri, Jawaban Teroris Ini Bikin Najwa Shihab Istighfar, Astaga Ternyata

Aman menyampaikan, aksi bom bunuh diri yang dilakukan ibu dan anaknya di sebuah gereja di Surabaya terjadi karena pelakunya tidak memahami tuntunan jihad.

"Kejadian dua ibu yang menuntun anaknya terus meledakkan diri di parkiran gereja adalah tindakan yang tidak mungkin muncul dari orang yang memahami ajaran Islam dan tuntutan jihad, bahkan tidak mungkin muncul dari orang yang sehat akalnya," kata dia. (Penulis : Yoga Sukmana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapolri: Viralkan Pernyataan Aman Abdurrahman "

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help