4,4 Juta Pengguna iPhone Tuntut Google Rp 60 Triliun

Sebuah organisasi yang menyebut diri mereka " Google You Owe Us", menuntut Google atas pengumpulan data secara ilegal atau melanggar hukum.

4,4 Juta Pengguna iPhone Tuntut Google Rp 60 Triliun
searchengineland.com
Logo Google. 

SRIPOKU.COM - Sebuah organisasi yang menyebut diri mereka " Google You Owe Us", menuntut Google atas pengumpulan data secara ilegal atau melanggar hukum.

Kelompok yang mengklaim mewakili 4,4 pengguna iPhone, menuntut perusahaan search engine tersebut sebesar 3,2 miliar poundsterling (sekitar Rp 60,7 triliun).

Berita Lainnya:
Bergaji 1,5 Miliar Pertahun, Karyawan Google Tak Betah Dan Pilih Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Google dituntut karena dianggap megoleksi data personal pengguna iPhone dengan melewati pengaturan privasi secara default di iPhone. Data yang dihimpun meliputi ras atau etnis, masalah fisik dan kesehatan mental, afiliasi politik, jenis kelamin, dan kelas sosial.

Data tersebut diduga dikais Google melalui peramban Safari menggunakan metode "Safari Workaround".

Dilansir KompasTekno dari Tech Spot, Jumat (25/5/2018), data pengguna ditambang menggunakan algoritma yang memungkinkan para pengembang melewati pengaturan keamanan yang terpasang default.

Pengaturan tersebut sebenarnya berfungsi untuk memblokir pihak ketiga untuk melacak menggunakan cookies. Google sendiri meminta pengadilan untuk mengabaikan kasus tersebut.

Pihak Google berdalih tidak ada bukti kuat, bahwa informasi yang dimaksud diperoleh dari metode "Safari Workaround" atau diungkapkan ke pihak ketiga seperti yang dituduhkan. Pihaknya juga mengatakan jika tuduhan tersebut tidak tepat karena akan sulit diidentifikasi jika hanya berupa dugaan.

Pengacara Google You Owe Us, Hugh Tomlinson, berujar jika aktivitas ilegal Google yang dituduhkan pertama kali muncul pada tahun 2012 oleh salah satu peneliti. Kala itu Google telah membayar 39,5 juta dollar AS (sekitar Rp 561 miliar) untuk menyelesaikan perkara tersebut di AS.

Direktur Google You Owe Us, Lloyd, merasa yakin jika Google telah melanggar hukum.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help