Berita OKI

Dianggap Tak Netral Gegara Postingan di FB, TKS di OKI Ini Dipecat

Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Instansi Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten OKI

Dianggap Tak Netral Gegara Postingan di FB, TKS di OKI Ini Dipecat
SRIPOKU.COM/IST
Surat pemberhentian yang di sebar di FB Yusuf Indra 

Laporan wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Instansi Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dipecat Kepala Dinas Cholid Hamdan SE. Lantaran, postingan di Facebook (FB).

Sebelumnya memang Warganet di wilayah Kabupaten OKI, sempat dihebohkan dengan akun FB bernama Yusuf Indra Purba AMd, 1,5 bulan yang lalu.

Bertuliskan paslon 1 mulai panik, paslon 2 tidak bisa mengejar lagi, paslon 3 akan mengunci kemenangan pada tanggal 27 Juni nanti.

Status inilah yang membuat Yusuf Indra harus menerima surat pemecatan dari Kadin Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten OKI H Cholid Hamdan yang diterimahnya, Kamis (24/5/2018).

Baca: LIVE STREAMING: Pelipatan Surat Suara Bupati dan Wakil Bupati OKI Diawasi Secara Ketat

Disisi lain, Yusuf Indra Purba AMd dianggap keluarga paslon Nomor 3, dari Calon Wakil Bupati OKI, H Qomarus Zaman SPd MSi, yang dituduh telah mengajak banyak untuk memilih pasangan calon Nomor 3.

Mendapat surat pemberhentian tadi, lalu Yusuf memposting pernyataan diakunnya juga memposting surat pemecatan sebagai Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dukcapil OKI) atas nama Yusuf Indra Purba A.Md tertanggal 24 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Cholid Hamdan selaku kepala dinas.

Dalam kesempatan tersebut pemilik akun juga berpendapat pemberhentian terhadap dirinya bisa jadi karena dirinya adalah keluarga dari salah satu Paslon yang dianggap tidak sejalan dengan mereka sedang memimpin.

Baca: Penjajakan Kerjasama Kabupaten OKI dan Bangka Selatan, Rencananya Bangun Jembatan 13,5 KM

"Pesan saya kepada kalian keluarga Paslon 2 dan 3 berhati-hatilah, agar kalian tidak bernasib seperti saya. Tolong kiranya kepada PLT bupati Muhamad Rifa'i diintruksikan juga agar tindakan tegas seperti ini berlaku kepada ASN yang tidak netral, jangan hanya berlaku kepada TKS seperti saya." tulisnya.

Postingan tersebut mendapat tanggapan beragam dari warganet lainnya.

Halaman
12
Penulis: Mat Bodok
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved