Berita Palembang

Dapat Paket Emas Permata dari Penelpon Gelap, Uang Hanifah Rp 100 Juta Lenyap

Dengan membawa hasil bukti transfer, Hanifah (42), mendatangi SPKT, Polresta Palembang, Kamis (24/5).

Dapat Paket Emas Permata dari Penelpon Gelap, Uang Hanifah Rp 100 Juta Lenyap
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Ditemani keluarganya, Hanifah (42), korban penipuan saat melapor ke Polresta Palembang, Kamis (24/5). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Dengan membawa hasil bukti transfer, Hanifah (42), warga jalan Taqwa Mata Merah Lorong Jakarta RT 042/06 Kelurahan Sungai Selincah Kecamatan Kalidoni, mendatangi Sentra Pelayanan
Kepolisian Terpadu (SPKT), Polresta Palembang, Kamis (24/5).

Maksud kedatangan ibu rumah tangga ini, guna membuat laporan kepolisian, lantaran sudah menjadi korban Penipuan Emas Mulia, yang membuatnya mengalami kerugian sebesar Rp 100 juta rupiah.

Di hadapan petugas kepolisian yang memeriksanya, Hanifah mengatakan kejadian yang dialaminya pada Selasa (22/5), sekitar pukul 09.40, di jalan RE Martadinata tepatnya di Bank BNI cabang Lemabang Kecamatan IT II Palembang.

Dimana sebelumnya ia menerima telpon dari terlapor ES, yang mengatakan korban mendapatkan paket yang berisikan Emas Permata.

Namun, untuk bisa mengambil paket Emas Permata tersebut, korban terlebih dahulu disuruh terlapor untuk melakukan pembayaran pajak melalui transfer rekening Bank.

"Saya tidak kenal pak orang itu, baru waktu ditelpon itulah kenalnya. Katanya saya dapat paket Emas Permata,
tapi katanya harus bayar pajak dulu untuk mengambil paketnya pak," ungkap Hanifah.

Lantaran percaya dengan perkataan terlapor, lanjut korban, ia pun bergegas pergi ke Bank BNI cabang Lemabang, untuk mentransferkan uang sebesar Rp 100 juta yang diminta terlapor sebagai pembayaran pajak.

"Nomor rekeningnya atas nama dia pak, terlapor ES. Tapi setelah uang saya transferkan, ternyata hadiah paket Emas Permata tidak ada pak. Dari situlah saya merasa sudah ditipu oleh terlapor," ungkapnya, berharap pelaku segera tertangkap oleh pihak kepolisian.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui KA SPKT Iptu Heri, membenarkan adanya laporan korban dugaan tindak pidana pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

"laporan korban dugaan tindak Pidana Penipuan sudah kita terima. Saat ini laporannya telah kita serahkan ke Unit Reskrim Polresta Palembang, guna ditindaklanjuti. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 100 juta rupiah," ungkapnya. (diw)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved