Berita Palembang

Kerjasama Dua Instansi Benahi Parkir di Palembang, Jukir Liar Nakal Sanksi Dipenjara Disiapkan

Menjelang event Internasional yang akan dilakukan di Palembang, Polresta Palembang bersama Pemerintah Kota (Pemkot)

Kerjasama Dua Instansi Benahi Parkir di Palembang, Jukir Liar Nakal Sanksi Dipenjara Disiapkan
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Juru parkir nakal akan ditertibkan Pemkot Palembang bekerjasama dengan Polresta Palembang, (23/5/2018). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Menjelang event Internasional yang akan dilakukan di Palembang, Polresta Palembang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan melakukan penertiban bersama juru parkir (jukir) liar yang berada diwilayah seputaran kota pempek ini.

Kasatlantas Polresta Palembang, Kompol Andi Baso Rahman mengatakan, pihaknya sedang mengajukan peraturan khusus bagi Kukir di Palembang untuk memberi penghargaan bagi jukir teladan dan hukuman bagi jukir nakal.

Meskipun baru wacana, Satlantas Palembang akan menyikapi dengan tegas, sesuai dengan kebijakan Peraturan Daerah (Perda) yang ada.

Baca: Cerita Temannya Dihipnotis, Pengakuan Boby Tince Ini Malah Buat Netizen Murka Berantem Yok!

Mereka akan bersinergi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang untuk menertibkan jukir di Palembang.

"Nantinya pihak kepolisian akan menindak tegas jukir liar yang melanggar aturan dengan sanksi tegas yaitu mendekam di penjara selama satu hari penuh," ujarnya.

Sementara, bagi jukir teladan, pihaknya berencana akan memberikan penghargaan dan hadiah yang akan diberikan oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Baca: 6000 Titik Keretakan Jembatan Ampera Diperbaiki Usai Asian Games 2018 Ini Alasannya

Selama ini salah satu penyebab titik kemacetan di Kota Palembang disebabkan ulah jukir liar, seperti di kawasan Cinde Palembang, Jalan Kolonel Atmo Palembang, dan POM IX.

Kemacetan tersebut juga terjadi karena jukir liar memberikan tempat parkiran kepada pengendara sepeda motor melebihi kapasitasnya, bahkan hingga lima parallel.

Kepala Dinas Perhubungan Palembang Kurniawan mengatakan, ada beberapa tarif parkir di Palembang yang melenceng dari peraturan. Bahkan, ada jukir liar yang mematok tarif parkir sepeda motor sebesar Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat.

Baca: Siapkan Delapan Armada Kapal Per Hari, Pelabuhan TAA Siap Layani Pemudik dengan Fasilitas Terbaik

“Sekda Palembang bahkan pernah diminta bayar Rp 10 ribu untuk parkir kendaraannya. Itu yang terus kami sosialisasikan, agar mengikuti aturan tarif parkir Rp 1.000 untuk sepeda motor dan Rp 2.000 untuk mobil,” ujarnya.

Jika nanti masih didapati jukir liar yang mematok tarif besar, mereka akan mengadukan ke polisi dan akan mencabut izin pengelolaan parkirnya. Akan ada petugas Dishub Palembang yang akan memantau kinerja jukir di Palembang.

Baca: Diramal Roy Kiyoshi Dekat dengan Duda Kaya, Ayu Ting Ting Ketakutan, Raffi Ahmad Sampai Melongo!

Dishub Palembang juga sedang melirik aplikasi electronic-parking (E-Parking) untuk menertibkan parkir liar. Namun mereka masih mendorong pengelola parkir untuk mengantongi surat izin resmi dari Pemkot Palembang

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved