Berita Pagaralam

Awas! Gunung Dempo Masih Sering Hembuskan Gas Berbahaya, Terlihat Normal namun Status Waspada

Sudah hampir satu tahun ini kondisi Gunung Api Dempo (GAD) masih berada dilevel II atau Waspada. Hal ini membuat GAD masih

Awas! Gunung Dempo Masih Sering Hembuskan Gas Berbahaya, Terlihat Normal namun Status Waspada
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak kondisi Gunung Dempo Rabu (23/5/2018) yang terlihat normal, namun sudah sejak beberapa bulan ini statusnya masih di level II atau Waspada. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Sudah hampir satu tahun ini kondisi Gunung Api Dempo (GAD) masih berada di level II atau Waspada.

Hal ini membuat GAD masih dinilai membahayakan untuk didaki oleh wisatawan. Bahkan sampai saat ini berdasarkan data dari kantor Pos Pemantau GAD bahwa GAD masih saja sering menghembuskan gas berbahaya sewaktu-waktu.

Bahkan berdasarkan alat Siesmograf aktivitas GAD masih fluktuatif atau naik turun. Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Rabu (23/5/2018) menyebutkan saat ini aktivitas kegempaan GAD mengalami penurunan sejak beberapa minggu ini.

Namun kondisi kekinian GAD saat ini masih berstatus level II atau waspada. Hal ini masih berpotensi membahayakan bagi aktivitas pendakian ke puncak Gunung Dempo.

Petugas Pos Pemantauan GAD Kota Pagaralam, Mulyadi didampingi Megian Nugraha mengatakan, sampai saat ini GAD masih sering mengeluarkan gas berbahaya melalui hembusan dari kawah Merapi Dempo.

Tampak kondisi Gunung Dempo Rabu (23/5/2018) yang terlihat normal, namun sudah sejak beberapa bulan ini statusnya masih di level II atau waspada.
Tampak kondisi Gunung Dempo Rabu (23/5/2018) yang terlihat normal, namun sudah sejak beberapa bulan ini statusnya masih di level II atau waspada. (SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN)

Baca:

7 Makanan Lawas Yang Cocok Untuk Berbuka Puasa, No 5 Paling Lezat Dan Paling Digemari!

 8 Negara dengan Waktu Puasa Terlama di Dunia. Waduh! Ada yang Sampai 23 Jam Lho

"Ditakutkan kawah Dempo sewaktu-waktu dapat mengeluarkan gas berbahaya. Jadi GAD masih sangat berbahaya untuk didekati kurang dari radius 3 kilometer," jelasnya.

Bahkan sampai saat ini meskipun aktivitas kegempaan menurun, namun status GAD masih di level II atau waspada sejak tahun lalu.

"Jadi kami tetap memberitahukan bahwa kawasan radius sejauh 3 kilometer dari bibir kawah merapi masih merupakan zona bahaya letusan. Untuk itu kawasan itu harus steril dari berbagai aktivitas pendakian," tegasnya.

Kondisi GAD tidak bisa diprediksi, pasalnya fenomena alam terjadi dapat secara tiba-tiba. Petugas hanya bisa meminimalisir dampaknya melalui tanda- tanda alam dengan menggunakan pemantauan kegempaan alat Seismograf.

"Kita tidak bisa memprediksi kemungkinan apa yang terjadi terhadap Gunung Api Dempo, apakah levelnya kembali naik, maupun mengalami penurunan. Namun kita akan terus memantau aktivitas GAD setiap hari," katanya.(*)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved