Berita PALI

Puluhan Warga Terjaring Razia Yustisi, tak Bawa KTP LAngsung Diperiksa

"Ada beberapa warga yang kedapatan KTP-nya masih Muaraenim. Temuan itu langsung kita tindak lanjuti kemudian menggantinya," katanya

Puluhan Warga Terjaring Razia Yustisi, tak Bawa KTP LAngsung Diperiksa
TRIBUN SUMSEL.COM/ARIWIBOWO
Razia Yustisi di Jalan Merdeka depan Kantor Disdukcapil Kabupaten PALI. 

SRIPOKU.COM, PALI - Razia operasi yutisi gabungan antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) PALI dan Polsek Talang Ubi digelar di depan Kantor Disdukcapil PALI, Selasa (22/5/2018).

Puluhan warga terjaring razia yang dikhususkan memeriksa Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Bagi warga yang terjaring dan tidak membawa KTP, langsung dilakukan pengecekan melalui iris mata.

"Kita cek iris matanya menggunakan alat perekaman KTP elektronik, dari hasilnya ketahuan yang bersangkutan pernah melakukan perekaman atau belum. Bagi yang belum pernah sama sekali, kita anjurkan warga bersangkutan untuk urus administrasi melalui Lurah maupun kepala desanya," kata Kepala Disdukcapil PALI Rismaliza melalui sekretarisnya Husni Zailani.

Dikatakan Husni Zailani bahwa apabila ada ditemukan KTP elektronik masih masuk wilayah Muaraenim tetapi warga bersangkutan berdomisili di PALI, maka pihaknya akan langsung mengganti KTP tersebut menjadi KTP PALI.

"Ada beberapa warga yang kedapatan KTP-nya masih Muaraenim. Temuan itu langsung kita tindak lanjuti kemudian menggantinya," katanya.

Untuk itu, Husni Zailani mengimbau agar warga PALI untuk selalu membawa KTP elektroniknya kemanapun pergi, dan yang belum memiliki KTP elektronik untuk segera mengurusnya.

"Bagi yang masih memegang KTP elektronik tetapi tertera Kabupaten Muaraenim, padahal tinggal di PALI segera bawa ke Disdukcapil untuk dilakukan pergantian. Mengurus KTP elektronik semuanya gratis," ujar Husni.

Pada razia yustisi kali ini, disampaikan Husni Zailani pihaknya belum memberlakukan sangsi, hanya bentuk imbauan agar masyarakat tertib administrasi kependudukan.

Karena telah banyak upaya yang dilakukan Disdukcapil PALI untuk mendorong masyarakat PALI agar wajib memiliki KTP elektronik, baik itu sosialisasi, pelayanan di kantor bahkan sering melakukan jemput bola.

"Untuk mengimbau agar warga tertib administrasi kependudukan, maka kami lakukan razia Yustisi, belum ada sangsi yang diberikan kepada warga yang terjaring, hanya sebatas teguran dan mengarahkan warga yang belum berKTP untuk segera mengurusnya," jelas Husni.

Penulis: wartawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help