Berita Palembang

Peringatan Harkitnas di Palembang Minta Mengimplementasikan Persatuan & Kebersamaan

Akhmad Najib mengatakan, sejarah kebangkitan nasional mengajak kita untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Peringatan Harkitnas di Palembang Minta Mengimplementasikan Persatuan & Kebersamaan
Sripoku. com /Yandi Triansyah
Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib dan 

Laporan Wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - - Pemerintah Kota Palembang menggelar upacara peringatan hari kebangkitan nasional di Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Senin (21/5/2018).

Bertindak sebagai Inspektur upacara Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib
mengajak setiap elemen masyarakat di Kota Palembang dapat memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dengan mengimplementasikan rasa persatuan dan kebersamaan.

Najib mengungkapkan, peringatan hari kebangkitan nasional (Harkitnas) hendaknya betul-betul dimaknai dengan seksama.

"Peringatan ini bukan sekedar seremonial belaka, namun harus benar-benar dimaknai dengan seksama, makna persatuan dan kebersamaan harus kita aplikasikan dalam momentum Harkitnas ini,” ujarnya.

Akhmad Najib mengatakan, sejarah kebangkitan nasional mengajak kita untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

"Tidak memandang suku, budaya, agama, kebangkitan nasional mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memupuk rasa persatuan demi NKRI,” kata Akhmad Najib.

Akhmad Najib mengajak seluruh masyarakat khususnya masyarakat Palembang untuk sama-sama mengisi kebangkitan nasional ini dengan sesuatu yang bermanfaat.

"Berikan sumbangsih terbaik kita untuk bangsa ini, berbuatlah yang terbaik untuk negara,” ungkapnya.

Seperti yang disampaikan bpak mwnteri Kominfo dalam sambutannya, lanjut Najib, tema “Pembangunan sumber daya manusia memperkuat pondasi kebangkitan Nasional Indonesia dalam era digital” dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional, ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri.

"Harus mampu merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia,” katanya.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help