Home »

Video

News Video Sripo

Intip Proses Pembuatan Dawet Beromset Puluhan Juta Rupiah

Kebutuhan takjil Ramadhan khususnya minuman membuat produksi dawet di Palembang terus meningkat

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmad Zilhakim

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- - Kebutuhan takjil Ramadhan khususnya minuman membuat produksi dawet di Palembang terus meningkat, Minggu (20/05/2018).

Kesibukan ini terlihat berada di kawasan 26 ilir soak Palembang sebuah pabrik sederhana milik Sanim ini kesibukan para pembuat dawet terasa dari pagi hingga menjelang sore tiba.

Olahan dawet ini terbuat dari tepung beras yang dicampur air dan daun berwarna suji lalu direbus diatas bara api kayu sambil diaduk hingga mengeras dan mengenyal seperti jeli.

Proses memasak memakan waktu selama dua jam selanjutnya adonan tepung dimasukan kedalam cetakan kemudian ditekan untuk membentuk tekstur dawet yang berbentuk pipi memanjang lebih kurang dua sampai empat centimeter.

Baca: Masjid Agung Palembang Bagikan 400 Nasi Bungkus dan Takjil Perhari

Baca: Rara LIDA Kunjungi Graha Tribun Ajak Fans Nyanyi Ya Saman

Olahan dawet sebagai menu takjil buka puasa mulai mengalami peningkatan permintaan pada saat bulan Ramadhan.

Guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat selama Ramadhan Sanim mempekerjakan 12 pegawai di pabriknya.

Dengan hasil produksi 100 derigen perhari yang di jual seharga 95 ribu rupiah per derigennya atau setara 20 kilogram dan dengan omset mencapai puluhan juta rupiah dawe ini tidak hanya di jual di Palembang melainkan hingga keluar kota di Sumatera Selatan.

''Tahun ini lebih meningkat permintaan dari pasar, maka itu kita mempercepat dan memperbanyak pembuatan dawet,''katanya.

Penulis: Rahmad Zilhakim
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help