Home »

News

Tak Disangka! Inilah 6 Alasan yang Membuat, Jaksa Tuntut Mati Aman Abdurrahman

Terdakwa itu penganjur, penggerak kepada pengikutnya untuk melakukan jihad, amaliyah teror

Tak Disangka! Inilah 6 Alasan yang Membuat, Jaksa Tuntut Mati Aman Abdurrahman
Kolase Foto TribunnewsBogor.com
Terdakwa Aman Abdurrahman 

SRIPOKU.COM - Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa serangan teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman dengan hukuman mati.

Anggota JPU, Mayasari menyebutkan, Aman dinilai terbukti melanggar sesuai dakwaannya.

Ia membacakan beberapa poin yang memberatkan, sehingga Aman dituntut hukuman mati.

Poin-poin memberatkan dibacakan Mayasari di depan hakim.

1. "Terdakwa merupakan residivis dalam kasus terorisme yang membahayakan kehidupan kemanusiaan," ujarnya di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

2. Aman dianggap penggagas, pembentuk, dan pendiri Jamaah Anshorut Daulah, organisasi yang jelas-jelas menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dianggapnya kafir dan harus diperangi.

3. Terdakwa itu penganjur, penggerak kepada pengikutnya untuk melakukan jihad, amaliyah teror, melalui dalil-dalilnya sehingga menimbulkan banyak korban.

4. Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat.

5. "Perbuatan terdakwa telah menghilangkan masa depan seorang anak yang meninggal di tempat kejadian dalam kondisi cukup mengenaskan dengan luka bakar lebih 90 persen serta lima anak mengalami luka berat yang dalam kondisi luka bakar dan sulit dipulihkan kembali seperti semula," ujarnya.

Sedangkan hal yang meringankan, tambahnya, JPU tidak menemukan adanya hal-hal yang meringankan dalam perbuatan terdakwa.

6. Pemahaman terdakwa tentang syirik demokrasi telah dimuat di internet dalam blog www.millaibrahim wordpress yang ternyata dapat diakses secara bebas sehingga dapat memengaruhi banyak orang," katanya.

http://jakarta.tribunnews.com/2018/05/18/hilangkan-masa-depan-seorang-anak-jadi-pertimbangan-jaksa-tuntut-aman-abdurrahman-hukuman-mati

Editor: Rizka Pratiwi Utami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help