Berita Palembang

Rela Alih Profesi, Melda Raup Untung di Bulan Ramadan Lewat Jualan Buah

Momen bulan puasa ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang, khususnya pedagang yang menjual buah-buahan musiman.

Rela Alih Profesi, Melda Raup Untung di Bulan Ramadan Lewat Jualan Buah
istimewa
Salah seorang Penjual timun suri. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Momen bulan puasa ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang, khususnya pedagang yang menjual buah-buahan musiman.

Bahkan ada yang sebelumnya berjualan buah mangga, namun ketika puasa beralih menjual timun suri dan melon demi memenuhi permintaan konsumen.

Sejumlah pedagang buah tersebut, mengaku meraup untung yang cukup lumayan sejak awal puasa kemarin. Untuk di hari pertama puasa kemarin saja, penjualan Timun Suri milik Hasan, Salah seorang pedagang buah di Kawasan Pasar Tumpah Ramadan, Jalan Kapten Abdulah, Plaju mencapai 30 Kg dengan harga per kilo Rp 7.000.

"Alhamdulillah, memang kalau puasa seperti ini penjualan buah di tempat saya memang ramai, terutama mereka yang beli buah timun suri atau belewah, padahal saat hari biasa malah tak laku," ujarnya, Jumat (18/5/2018).

Baca:

Akhirnya Sule Angkat Bicara Soal Gugatan Cerai Istri, Sampai Pasrah Singgung Orang Ketiga, Ternyata

30 Mei 2018, Surat Suara Pemilihan Gubernur Sumsel Didistribusikan ke Seluruh Wilayah Sumsel

Biasanya, para pedagang mulai menggelar dagangan mereka sejak pagi. Tak hanya di lokasi pasar-pasar tumpah terdapat penjual timun suri, namun di sepanjang jalan menuju pemukiman penduduk juga banyak pedagang dadakan yang ikut menjual.

Biasanya buah ini kerap digunakan sebagai campuran es sirup untuk berbuka puasa. Selain rasanya yang khas, daging buahnya pun sangat enak jika disantap saat dingin.

Selain Hasan, berkah lewat bejualan buah ini juga dirasakan Melda, yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang ibu rumah tangga, namun ketika ramadhan tiba, ia beralih menjadi penjual buah musiman di depan pekarangannya.

"Buah belewah atau timun suri saya pasok dari Pasar Buah, dan mayoritas datang dari Inderalaya. Untuk harga per kilo saya jual Rp 6.000. Per minggu setengah kwintal, kalau kurang saya pesan lagi ke langganan," ujarnya.(*)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help