Berita Muaraenim

Puskesmas Muaraenim Temukan 68 Penderita TBC Paru

Dari Januari- April 2018, Puskesmas Kota Muaraenim berhasil menemukan 68 kasus penderita Tuberculosis (TBC) Paru.

Puskesmas Muaraenim Temukan 68 Penderita TBC Paru
KOLASE SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Petugas puskemas Muaraenim sedang melakukan tes untuk mencari penderita TBC terhadap penghuni Lapas Kelas II B Muaraenim, Jumat (18/5/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM-- Dari Januari- April 2018, Puskesmas Kota Muaraenim berhasil menemukan 68 kasus penderita Tuberculosis (TBC) Paru.

Dan mirisnya lagi hampir sebagian penderitanya masih anak-anak. Hal tersebut diungkapkan Kepala Puskesmas Muaraenim dr Hj Siti Maisaroh didampingi Pengelolah Program TB Paru Dwi Oktariza, Jumat (18/5/2018).

"Memang memprihatinkan sekali, penderitanya sebagian anak-anak, ini akibat kurangnya pengetahuan dan kesadaran orangtuanya terhadap penyakit TBC Paru," ujarnya.

Menurut Maisaroh panggilan akrabnya, bahwa dari data Januri - April 2018 saja, penderita TBC Paru yang ditemukan sebanyak 68 kasus, dan ironisnya sebanyak 32 kasus adalah anak-anak.

Dan jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan dari tahun 2017 yang lalu.
Kalau tahun 2017 dari Januari- Desember tercatat ada 230 kasus, dan itu melebihi target yang ditetapkan sebanyak 205 kasus. Dan tahun 2018 ini, kita ditargetkan untuk menemukan 300 penderita TBC, dan sampai April 2018, kita sudah menemukan 68 kasus.

Baca:

Rela Alih Profesi, Melda Raup Untung di Bulan Ramadan Lewat Jualan Buah

Akhirnya Sule Angkat Bicara Soal Gugatan Cerai Istri, Sampai Pasrah Singgung Orang Ketiga, Ternyata

"Jadi kita ditargetkan besar karena jumlah penduduk kota Muaraenim juga besar," ujarnya.

Dijelaskan Maisaroh, adapun wilayah endemis TBC yang ada di Kecamatan Muaraenim diantaranya di Kelurahan Muaraenim, Desa Kepur, Muara Lawai dan Kelurahan Air Lintang. Untuk di Muara Lawai ada juga yang kita temukan pada penghuni Lapas klas II B Muaraenim sebanyak tiga kasus.

Dan pihakanya telah menyampaikan saran kepada pihak lapas agar kamar penderita TBC tersebut dapat dipisahkan karena penyakit TBC itu menular.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim Vivi Mariani melalui Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Ujang Suherman, masalah banyak temuan kasus TBC mengatakan bahwa di Kecamatan Muaraenim adalah memang kecamatan terbanyak di Kabupaten Muaraenim yang ditemukan penderita TBC Paru.

Sedangkan peringkat kedua kecamatan Lawang kidul sebanyak 29 kasus dan yang ketiga adalah Kecamatan Ujanmas sebanyak 27 kasus.

Penyakit TBC adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian jika tidak segera diobati. Namun jika diobati secara rutin minimal selama enam bulan penyakit TBC bisa disembuhkan.

"Saya himbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika ada keluarganya yang terkena TBC untuk cepat diobati. Dan pengobatan TBC ini gratis, jadi sayang dilewatkan, tidak usah malu dan sebagainya," tukasnya.(*)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help