Mutiara Ramadan 2018

Bulan Al-Quran Al-Katim

RAMADAN disebut bulan Al-Qur'an karena Allah SWT menurunkannya sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke langit bumi, Baitul Izzah, pada malam 25

Bulan Al-Quran Al-Katim
sjafruddinmadjid53.blogspot.com
Mutiara Ramadan. 

KH Dr Cholil Nafis
Ketua Komisi Dakwah MUI

SRIPOKU.COM - RAMADAN disebut bulan Al-Qur'an karena Allah SWT menurunkannya sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke langit bumi, Baitul Izzah, pada malam 25 bulan Ramadhan. Sebagaimana riwayat Imam Ahmad dari Watsilah bin al-Asqa', Rasulullah SAW bersabda, Al-Qur'an diturunkan pada tanggal 24 malam di bulan Ramadan.

Berita Lainnya:
Puasa Ramadhan Rasulullah

Kemudian Al-Qur'an diturunkankepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur sesuai dengan beberapa kejadian dan peristiwa. Nabi SAW memprioritaskan di bulan Ramadhan dengan tadarrus, yaitu membaca Al-Qur'an secara bergantian dan saling simak dengan Malikat Jibril untuk mengkhatamkan Al-Qur'an.

Tata Cara Mengkhatamkan Al-Quran Sebulan Penuh! InsyaAllah Dapatkan Limpahan Pahala Dari-Nya
Al-Quran. (ist)

Bahkan di bulan Ramadan terakhir menjelang Nabi SAW wafat, mengulang tadarrus dua kali. Tradisi tadarrus dan khataman inilah yang terus dilestarikan oleh ulama salaf.

Qatadah mengkhatamkan Al-Qur'an setiap minggu, dan ketika masuk bulan Ramadhan mengkhatamkan Al-Qur'an setiap tiga hari sekali. Pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan Qatadah mengkhatamkan setiap malam.

Imam Malik, pendiri mazhab Maliki sengaja menghentikan pengajian rutinnya (tawaqqufan) selama bulan Ramadhan hanya karena ingin fokus untuk membaca Al-Qur'an serta mengkaji makna dan tafsirnya.

Menurut riwayat Rabi' bin Sulaiman, bahwa Imam Syafi'i pendiri mazhab Syafi'i mengkhatamkan Al-Qur'an selama bulan Ramadhan sebanyak enampuluh kali. Sepantasnya bagi semua umat muslim jangan menyia-nyiakan untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk hidup bersama Al-Qur'an, selalu mengkaji dan membacanya setiap hari.

Selama Ramadhan dapat berkomitmen untuk mengkhatamkan Al-Qur'an setiap minggu, per sepuluh hari, atau minimal satu ayat setiap harinya, agar menjadi muslim yang berpenampilan baik dan prilakunya elok.

Rasulullah SAW mengilustrasikan orang mukmin yang selalu membaca Al-Qur'an bagai buah utrujah (sejenis durian), aromanya wangi dan rasanya lezat. Orang mukmin yang tak rajin membaca Al-Qur'an bagai buah kurma yang tak ada aromanya meskipun rasanya manis.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help