Berita Palembang

Pererat Relasi Perbankan dan Nasabah, BCA Gandeng IKPI Sosialisasikan Pelaporan Pajak Online 

PT Bank Central Asia (BCA) berkomitmen terus mendukung upaya pemerintah dalam pelaporan pajak nasabahnya,

Pererat Relasi Perbankan dan Nasabah, BCA Gandeng IKPI Sosialisasikan Pelaporan Pajak Online 
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Sukkiatto Oyong Anggota Dewan Pengawas IKPI menyampaikan tentang pelaporan pajak bagi nasabah Bank BCA 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- PT Bank Central Asia (BCA) berkomitmen terus mendukung upaya pemerintah dalam pelaporan pajak nasabahnya, salah satunya dengan menggandeng Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI).

Kepala Cabang Umum BCA Regional Sumatera, Oktovianus mengatakan hal ini dimaksudkan agar memudahkan dalam mengonfirmasikan pajak serta mempererat relasi antara pihak perbankan dan nasabah.

"Pelaporan saldo bank milik nasabah BCA ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam penerimaan pajak lewat program tax amnesty. Tak hanya itu, hal ini juga agar Wajib Pajak paham dengan mekanisme pelaporan pajak online," ujarnya pada acara Customer Gathering dan Sosialisasi Pajak di Hotel Excelton Palembang, Rabu kemarin (16/5/2018).

Oktovianus menambahkan pula bahwa BCA akan terus melakukan inovasi layanan agar semakin dipercaya dan dekat dengan nasabah.

"Kami terus berinovasi agar layanan kami semakin baik dan memuaskan nasabah. Jika nasabah memiliki keluhan atau pertanyaan segera melapor agar pihak kami segera merespon masalah tersebut," tambahnya.

Pada kesempatan itu pula, Sukkiatto Oyong Anggota Dewan Pengawas IKPI menyampaikan agar para nasabah BCA tak ragu lagi untuk segera melaporkan SPT melalui pihak perbankan sebab Dirjen Pajak hanya meminta data untuk pelaporan SPT dan tidak akan memakai data nasabah tanpa izin.

"Sekarang sudah ada kemudahan untuk pelaporan SPT, sudah bisa Online. Hitung sendiri, bayar sendiri, dan lapor sendiri. Jadi, tidak akan menyulitkan Wajib Pajak, dan data nasabah aman karena Dirjen Pajak tidak sembarang menggunakan data nasabah tanpa izin," terangnya.

Sementara untuk nasabah yang memiliki lebih saldo tabungan lebih dari Rp 1 milyar di rekening bank yang berbeda tetap berkewajiban melaporkan SPT melalui masing-masing perbankan.

" Setiap perbankan memiliki perlakuan sendiri terhadap dana nasabahnya. Untuk pelaporan SPT nya dilaporka oleh masing-masing bank yang tersebut."katanya. 

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help