Berita Palembang

H Zakaria Lapor ke Polda Sumsel Terkait Tanahnya Diserobot untuk Pembangunan Rumah Sakit

BPN tidak segera meluluskan permohonan pengukuran tersebut. Bahkan hingga saat ini pengukuran tak kunjung dilakukan.

H Zakaria Lapor ke Polda Sumsel Terkait Tanahnya Diserobot untuk Pembangunan Rumah Sakit
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
H Zakaria (63) yang menunjukan tanda bukti lapor atas kasus penyerobotan lahan miliknya usai melapor di SPKT Mapolda Sumsel Jalan Jenderal Sudirman KM 4 Palembang, Kamis (17/5/2018). 

Lapoaran wartawan sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - H Zakaria Abdullah (63), warga Jalan KH M Asyik Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, mendatangi SPKT Mapolda Sumsel Jalan Jenderal Sudirman KM 4 Palembang, Kamis (17/5/2018).

Zakaria melaporkan lahannya diserobot oleh perusahaan kontraktor.

Kepada petugas, Zakaria melaporkan perusahaan kontraktor karena diduga telah melakukan penyerobotan tanah miliknya di kawasan Jalan Gubernur HA Bastari RT33/11 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Jakabaring.

Zakaria menjelaskan, kejadian berawal sejak awal 2017 bahwa kabarnya di kawasan tersebut akan dibangun rumah sakit. Karena merasa ada tanahnya di kawasan tersebut, Zakaria pun mulai mengurus ke BPN untuk pengukuran tanah.

"Biar nanti saat perusahaan itu mau ganti rugi tanah saya, sudah ada perhitungannya. Saya ajukan pengukuran tersebut sejak April 2017," ujarnya.

Namun BPN tidak segera meluluskan permohonan pengukuran tersebut. Bahkan hingga saat ini pengukuran tersebut tak kunjung dilakukan, padahal Zakaria sudah membayar biaya pengukuran sebesar Rp6 juta.

"Alasan mereka (BPN) selalu banyak. Mereka beralasan situasi tidak kondusif sehingga pengukuran diundur terus. Sampai sekarang pengukuran tidak dilakukan, padahal Rp 6 juta sudah saya bayarkan," ujarnya.

Puncak kekesalannya saat akhir 2017 mulai penancapan paku bumi dan awal 2018 mulai terlihat konstruksi rumah sakit yang dibangun oleh pihak terlapor tersebut.

Padahal Zakaria belum merasa mendapatkan uang ganti rugi dan tanah yang dijadikan pembangunan tersebut merupakan tanahnya.

"Saya sudah tiga kali mendatangi terlapor namun mereka tidak menanggapi. Saya punya SKT Tanah, mereka juga bilang punya. Saya tunjukkan punya saya, mereka tidak bisa menunjukkan SKT mereka," ujar dia.

Surat Keterangan Tanah Hak Milik yang dimiliki Zakaria total luas 225x91 meter. SKT tersebut diterbitkan per 17 Juni 1978 dengan nomor 88/SK/15-U/1978. Zakaria pun sudah menyurati pihak rumah sakit dan Kementerian ATR/BPN, namun belum ditanggapi.

"Saya sudah somasi tiga kali tidak ditanggapi, akhirnya saya tempuh jalur hukum saja. Tanah saya yang kena oleh pembangunan sekitar 6.000 meter dari total tanah saya yang dua hektar," ujarnya.

Sementara itu, laporan Zakaria tertera di SPKT Polda Sumsel dengan nomor LPB/292/IV/2018 terkait pasal 385 tentang penyerobotan tanah.

"Laporan sudah diterima dan akan ditindaklanjuti oleh Ditreskrimum," ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo. (Welly Hadinata)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help