Ramadhan 1439 Hijriyah

Puasa Seorang Muslim di Bulan Ramadhan Lebih dari Sekedar Metamorfosis Ulat Jadi Kupu-Kupu

Puasa Seorang Muslim di Bulan Ramadhan Lebih dari Sekedar Metamorfosis Ulat Jadi Kupu-Kupu, karena dia seorang Khalifah

Puasa Seorang Muslim di Bulan Ramadhan Lebih dari Sekedar Metamorfosis Ulat Jadi Kupu-Kupu
Istimewa
Puasa Seorang Muslim di Bulan Ramadhan Lebih dari Sekedar Metamorfosis Ulat Menjadi Kupu-Kupu 

Namun, tugas manusia tidaklah seperti si kupu-kupu yang dari ulat, di mana perjuangannya selesai sebagai seekor kupu-kupu yang cantik dan menjalani takdirnya dari satu bunga ke bunga yang lain. Manusia adalah Khalifah di muka bumi, seorang pemimpin setidaknya bagi keluarga.

Ketika dia sudah menjalani puasa, maka si Umat Muslim yang berhasil menjalani akan menjadi manusia yang utuh, sebagai khalifah artinya harus menjadi contoh dan suri tauladan, sebagai umat seutuhnya.

Maka itu, ada 3 tahapan bagi seorang umat Muslim yang menjalani ibadah puasa yakni,

10 Hari Pertama: Yaumur Rahmah

Seperti diketahui, pada 10 hari pertama bulan Ramadan adalah Rahmat. Sebab pada 10 hari itu, banyak sekali rahmat yang diturunkan Allah.  Maka itu, dianjurkan, para 10 hari pertama ini dianjurkan banyak-banyak berdoa dan beribadah kepada Allah agar setiap hari kita berada di dalam rahmat-Nya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah,  Allah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa pada bulan itu, pintu-pintu langit dibuka,  pintu-pintu neraka ditutup,  dan pemimpin-pemimpin setan dibelenggu.

Sebab Pada bulan itu, Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang terhalang dari kebaikannya, berarti ia telah terhalang dari segala kebaikan.’” (HR al-Nasa’i).

Ramadhan
Ramadhan (google)

Kedua: Yaumul Maghfirah
Yaumul Maghfirah. Setelah melewati 10 hari dengan rahmah, kini siap-siap menjalani 10 hari pengampunan.

Sebab banyak sekolah dosa-dosa yang diampunkan, jika kita benar-benar menjalaninya dan bertobat.

Maka itu, di 10 hari kedua, dianjurkan, banyak-banyak bermuhasabah diri/bertaubat nasuhah. Karena pada sepuluh hari kedua ini adalah kesempatan kita untuk mengurangi dosa-dosa yang sudah kita perbuat.

Halaman
123
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help