UIN Raden Fatah

Menghidupkan Kembali Tradisi Keilmuan Islam

Bangunan tradisi keilmuan merupakan tonggak penopang dalam membangun sebuah peradaban. Sebagai manusia pertama, Adam As.

Menghidupkan Kembali Tradisi Keilmuan Islam
Jalaluddin

Menghidupkan Kembali Tradisi Keilmuan Islam

Prof. Dr. H. Jalaluddin

Mantan Rektor IAIN (UIN) Raden Fatah Palembang

Bangunan tradisi keilmuan merupakan tonggak penopang dalam membangun sebuah peradaban.
Sebagai manusia pertama, Adam As. memperoleh ilmu pengetahuan melalui "pembelajaran langsung" dari Allah SWT. Proses ini beda dengan apa yang dialami anak cucu keturunan Adam As.

Untuk memperoleh ilmu pengetahuan, manusia perlu menelusurinya melalui proses yang sebaliknya, yakni dengan mempelajari ayat-ayat Allah yang terkandung dalam seluruh ciptaanNya itu.

Proses ini terlukis dalam isyarat wahyu pertama :"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam (tulis baca). Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS.96 :1-5).

Di rangkaian perintah wahyu ini pula Rasul Allah SAW membangun tradisi keilmuan sebagai landasan bagi perkembangan peradaban.

Tradisi keilmuan yang mampu melahirkan demikian banyak kaum intelektual Muslim dalam berbagai disiplin ilmu.

Dalam pandangan Marshall G. Hodgson, modernisme, jika toh tidak timbul di suatu tempat tertentu, tentu akan timbul di tempat lain.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved