Kramayudha Klub Fenomenal asal Sumsel dengan Home Base Stadion Patra Jaya yang Tinggal Kenangan

Namun, banyak pihak yang menyayangkan jika Yanita bubar, klub yang sedang berbahagia untuk merayakan gelar Galatama kedua

Kramayudha Klub Fenomenal asal Sumsel dengan Home Base Stadion Patra Jaya yang Tinggal Kenangan
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
Patra Jaya Home Base Kramayudha Klub Sumsel Fenomenal itu tinggal kenangan 

SRIPOKU.COM-Bagi para penikmat sepakbola kelahiran tahun 70-an tentunya masih mendengar gaung dari nama Kramayudha Tiga Berlain (KTB) yang fenomenal. Klub yang lahir dan besar di Sumsel dan kemudian menghilang dalam waktu hanya 6 tahun. Namun bukan sejarah menghilangnya Krayuda itu yang menjadi pembicaraan, tetapi kiprah dan kecekatan sang pemilik, H Sjarnoebi Said lah yang juga menarik perhatian.

Kemunculan Kramayuda yang ber-home base di Stadion Patra Jaya Pertamina Plaju ini, bermula dari kasus Yanita Utama yang tiba-tiba kolaps, sehabis juara pada akhir kompetisi Galatama 1984.

Para pemain Yanita Utama, juara Galatama pada saat itu, Bambang Nurdiansyah, Saut. L. Tobing, Herry Kiswanto, Zulkarnain Lubis, Mundari Karya, dan Elly Idris, tengah Eufhoria, namun mereka pun tidak sadar jika klub itu bakal tinggal kenangan. Persoalan keuangan dan beberapa persoalan lain membuat klub itu kolaps.

Para pemain pun pasrah menjalani takdir. Mereka yang sudah kompak seperti saudara merasa berat untuk berpisah. Secara kualitas, pemain sekelas Bambang Nurdiansyah, salah satu bomber terbaik tanah air kala itu, tidak akan kesulitan mencari klub lain. Namun, mereka tetap menyimpan kedukaan karena harus berpisah dengan rekan satu klub yang sudah seperti saudara.

Namun, banyak pihak yang menyayangkan jika Yanita bubar, klub yang sedang berbahagia untuk merayakan gelar Galatama kedua mereka bersama warga Bogor.

Namun, sebelum Yanita benar-benar bubar, pemain tercerai berat, muncul lah Sjarnoebi Syaid, mantan ketua umum PSSI dan bos dari sebuah perusahaan yang menjadi distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia, Kramayudha Tiga Berlain dengan ide gilanya. Dia memboyong semua pemain Yanita Utama ke Palembang untuk bermain bersama di Krama Yudha Tiga Berlian, sebuah klub sepakbola yang baru saja didirikannya. Tiga Berlian sendiri akan berkompetisi di Galatama mulai musim 1985.

Para pemain kemudian kembali bergabung, mereka hanya berganti status sebagai pemain, namun ruh kebersamaan tetap ada, hasilnya fenomenal, di tempat baru inilah prestasi mereka semakin menjadi-jadi.

Di awal kemunculannya, Krama Yudha Tiga Berlian bak BAYI Ajaib, di Galatama, musim 1985 (digelar dari 22 September 1985 hingga 24 Desember 1985) mereka langsung meraih gelar juara.

Mereka mengalahkan klub elite dan paling diperhitungkan di kancah nasional Arseto Solo 1-0 di pertandingan final.

Pertamahan Gelar Kedua
Pada musim selanjutnya, Galatama 1986/1887 (digelar dari 31 Agustus 1986 hingga 11 Januari 1987), dengan komposisi pemain yang tak banyak berubah, Krama Yudha Tiga Berlian berhasil mempertahankan gelar setelah mengalahkan Pelita Jaya 4-2 di partai puncak.

Halaman
123
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved