Berita Palembang

Jam Kerja Samsat Berubah Selama Bulan Ramadan

Memasuki bulan suci Ramadhan, jam kerja diberbagai sektor termasuk pemerintahan mengalami perubahan.

Jam Kerja Samsat Berubah Selama Bulan Ramadan
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Kepala Bapenda Provinsi Sumsel, Hj Neng Muhaibah 

Selain itu, Sinulingga menghimbau kepada pemilik kendaraan jangan sampai jatuh tempo mengingat telat Sehari dikenakan denda pajak sebesar 25 persen.

“Sekali lagi kami menghimbau serta mengingatkan bahwa pembayaran pajak kenderaan dapat Dilakukan di kantor Layanan Kami 30 hari sebelum jatuh tempo dan bijak lah mengelola keuangan kita dan hindari Denda Pajak nya,” pungkasnya. (mg2)

Hal ini berdasar surat edaran Kabanpenda Provinsi Sumsel yang telah ditandatangani Dra. Hj. Neng Muhaibah Nomor 800/I/000464/Penda, Rabu (16/5).

Peraturan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Edaran Gubernur Sumsel tanggal 16 Mei 2018 Nomor 800/1948/BKD.I/2018 Tentang Pengaturan Jam Kerja Layanan Pada Bulan Suci Ramadhan 1439H.

Bagi kantor Layanan Samsat lima hari kerja waktu Layanannya sebagai Berikut: Hari Senin sampai dengan Kamis Pukul 08.00-15.00, waktu Istirahat pukul 12.00-12.30, Hari Jumat pukul 08.00-15.30, waktu Istirahat pukul 12.00-12.30.

Bagi layanan Samsat enam hari kerja khususnya Samsat Palembang I dan Samsat Palembang II sebagai Berikut ; Hari Senin sampai dengan Kamis, dan Sabtu pukul 08.00-14.00, waktu Istirahat pukul 12.00-12.30, Hari Jumat pukul 08.00-14.30, waktu Istirahat pukul 11.30-12.30.

Kepala UPT Bapenda Prov. Sumsel/SAMSAT Palembang II, Herryandi Sinulingga AP mengatakan, pihaknya Mematuhi Surat Edaran dimaksud dan dan Jam Layanan DI kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap Palembang II mulai ditetapkan besok, Kamis (17/5).

“Ini diberlakukan sesuai jam Kerja Layanan enam Hari Kerja mengingat Samsat Palembang II melaksanakan Layanan Selama ini 6 Hari,” kata Sinulingga.

Bersamaan dengan himbauan tersebut, pihaknya menghimbau kepada seluruh wajib Pajak kenderaan bermotor dan Wajib pajak Non Samsat di Wilayah Kerjanya untuk dapat mengetahui Jam Kerja Layanan.

“Kami serta mengingatkan kembali kepada Wajib Pajak kenderaan Bermotor untuk membayar Pajak Kenderaan Bermotor dapat dibayarkan “30 hari sebelum Jatuh Tempo”yang tertera di Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) yang Dimiliki pemilik Kenderaan bermotor,” katanya.

Selain itu, Sinulingga menghimbau kepada pemilik kendaraan jangan sampai jatuh tempo mengingat telat Sehari dikenakan denda pajak sebesar 25 persen.

“Sekali lagi kami menghimbau serta mengingatkan bahwa pembayaran pajak kenderaan dapat Dilakukan di kantor Layanan Kami 30 hari sebelum jatuh tempo dan bijak lah mengelola keuangan kita dan hindari Denda Pajak nya,” pungkasnya. (mg2)

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help