Ditinggal Orangtua Karena Lakukan Bom Bunuh Diri, Ternyata Ini Yang Akan Mengurus Ais

Kementeriannya akan memberikan rehabilitasi psikologis terlebih dahulu kepada Ais yang saat ini masih menjalani perawatan

Ditinggal Orangtua Karena Lakukan Bom Bunuh Diri, Ternyata Ini Yang Akan Mengurus Ais
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise 

SRIPOKU.COM -- Bom bunuh diri di Subaya beberapa waktu lalu yang melibatkan keluarg tentu membawa trauma tersendiri bagi anak-anak yang selamat dalam peristiwa tersebut. 

Tentu banyak orang yang berpikir bagaimana nasib anak-anak yang sudah ditinggal mati oleh kedua orangtua ini. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise memastikan, negara akan mengurus Ais, anak pelaku bom bunuh diri di Pos Jaga Mapolrestabes Surabaya, Senin (12/5/2018) lalu.

Baca: Komitmen Sumsel Terhadap Lingkungan Capai Benua Afrika

Kementeriannya akan memberikan rehabilitasi psikologis terlebih dahulu kepada Ais yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Kami akan melakukan pendampingan psikologis, trauma healing. Saya pikir, anak-anak (pelaku bom bunuh diri) adalah korban dari salah asuh orangtua dan oleh sebab itu perlu mendapatkan pendampingan khusus," ujar Yohana saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Tidak hanya Ais, kementeriannya juga akan memberikan pendampingan psikologis ke anak-anak yang menjadi korban selamat dari bom bunuh diri.

Baca: Terungkap Ini Dalang Utama Rentetan Bom Surabaya, Guru Spiritual Para Pelaku?

"Dari negara, tidak ada diskriminasi, semua warga negara Indonesia diperhatikan oleh negara. Perempuan atau anak-anak," ujar Yohana.

Khusus mengenai Ais, kementeriannya akan memikirkan bagaimana masa depannya kelak.

Seperti diketahui, kedua orangtuanya diketahui meninggal setelah melakukan aksi bom bunuh diri tersebut.

Baca: Dikenal Sadis dan Melawan Petugas Meski Telah Diborgol, Pria di Lahat Ini Tewas Ditembak  

"Dalam keadaan darurat, dibawa sementara ke pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak dan akan bekerja sama dengan dinas sosial untuk melihat bagaimana anak-anak ini dapat dilindungi masa depannya," ujar dia.

Ketika diminta penegasannya apakah negara akan bertanggung jawab terhadap masa depan Ais, Yohana mengatakan,

Baca: Tidak Disangka Teroris Mapolda Riau Lakukan Ini Saat Berhadapan Langsung Dengan Saksi Mata

"Saya tadi katakan, setiap anak, setiap warga negara Indonesia, perrempuan, anak, tetap diperhatikan oleh negara."

Diberitakan, Senin (12/5/2018) pukul 08.50 WIB, dua pelaku bom bunuh diri bernama Tri Murtiono dan Tri Ernawati membawa kedua anaknya berinisial Ais dan MDS untuk meledakkan diri di Pos Jaga Markas Polrestabes Surabaya.

Aksi itu menewaskan Murtiono, Ernawati dan seorang putranya berinisial MDS. Sementara, sang putri berinisial Ais selamat meski harus dirawat intensif di UGD RS Bhayangkara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anak Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya Akan Diurus Negara", https://nasional.kompas.com/read/2018/05/16/15370761/anak-pelaku-bom-bunuh-diri-mapolrestabes-surabaya-akan-diurus-negara.

Editor: Siti Olisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help