Dihukum Pecat, Advokat Defi Sepriadi Gebrak Meja. Nyatakan Banding dan Siap Lapor Polda

Defi Sepriadi SH menyatakan kalau advokat itu melanggar dapat peringatan 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, baru cabut izin beracara.

Dihukum Pecat, Advokat Defi Sepriadi Gebrak Meja. Nyatakan Banding dan Siap Lapor Polda
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Teradu, Advokat Defi Sepriadi SH alias Defi Iskandar SH mendengarkan putusan sidang kode etik yang dibacakan Dewan Kehormatan Daerah Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Sumsel, Rabu (16/5/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Advokat Defi Sepriadi SH alias Defi Iskandar SH kesal ketika mendengarkan putusan sidang kode etik yang dibacakan Dewan Kehormatan Daerah Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Sumsel, Rabu (16/5/2018).

Bertindak sebagai majelis hakim, Ketua Yustinus Joni SH, anggota Maramis SH MH, Ust Umar Said, Sobrian Midarsah SH, dan Masnun SH.

Panitera Kepala Dewan Kehormatan Daerah Peradi Sumsel Sri Lestari Kadariah SH menyebutkan isi putusannya yakni pemberhentian tetap dari profesinya sebagai advokat dan pemecatan dari keanggotaan organisasi profesi Peradi serta dihukum membayar biaya perkara sejumlah Rp 5 juta.

Baca: Peradi Siap Dampingi Persoalan Hukum Anggota Dewan Palembang

Mendengar putusan tersebut, Defi yang tampak kecewa langsung menggebrak meja dan menendang pintu ruang sidang.

Defi Sepriadi SH menyatakan kalau advokat itu melanggar dapat peringatan 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, baru cabut izin beracara.

Dia beralasan karena dirinya tidak pernah melakukan sesuai yang didakwakan.

Menurut Defi, keputusan ini Dewan Kehormatan menistakan dengan surat. Akan laporkan ke Polda. Akan banding ke Peradi Pusat.

Baca: Pemohon Cabut Gugatan Praperadilan Terhadap Polresta dan Kejaksaan Palembang

"Kita akan banding belum incrach. Tuntutan pasal 316 dan 317 menista dengan surat. Baru seumur hidup melanggar kode etik, langsung dicabut izin. Bukannyo goco wong. Sebelumnya kita dak tahu bakal ado keputusan ini. Setahu saya ada tahapan, sanksi 3 bulan. Bersifat tidak sopan dan arogan. Kalau menurut saya jadi pengacara itu memang harus melawan. Kiito banding. dewan kehormatan diduga keras makan suap," kata Defi.

Menanggapi ketidakpuasan Defi Iskandar dan menuding dugaan makan suap, Ketua Majelis Sidang Kode Etik Yustinus Joni meminta agar yang bersangkutan jangan sekadar tuduhan.

Halaman
123
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help