Berita OKUS

Berpengaruh Mental Anak Cucu, Kumpulkan Pemangku Adat Marga Haji Kabupaten OKUS

Guna melestarikan adat istiadat yang belakangan ini terlupakan, Camat Tiga Dihaji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan

Berpengaruh Mental Anak Cucu, Kumpulkan Pemangku Adat Marga Haji Kabupaten OKUS
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Camat Tiga diHaji melantik pemangku adat dan penyimbang adat Marga Haji. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Alan Novriansyah 

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Guna melestarikan adat istiadat yang belakangan ini terlupakan, Camat Tiga Dihaji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mengumpulkan sekaligus melantik pemangku adat dan penyeimbang adat Marga Haji, adat yang berasal dari seluruh desa kecamatan setempat. 

Pembahasan mengenai pelestarian adat istiadat suku Haji, kesenian, bahasa, pelestarian pusaka, yang juga turut di hadiri Pembina Adat Kabupaten OKU Selatan, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa dan seluruh Pemangku Adat Marga Haji dan Camat setempat.

Para pemangku adat desa (anak taha bengampungan) berharap dengan mengusulkan agar kedepan adat istiadat dapat dilestarikan oleh generasi penerus atau generasi muda supaya tidak dilupakan seiring semakin berkembang pesatnya budaya baru era digital khususnya di Kabupaten OKU Selatan.

Baca: Terkait Cuitan di Medsos, Panwaslu OKU Selatan Soroti Dugaan PNS Langgar UU ASN

Ketua pelaksana Pembina Adat OKU Selatan, Hasan MK menuturkan, sangat mengapresiasi pertemuan pemangku adat suku haji tersebut, beliau berpesan kiranya kedepan suku haji dapat berperan aktif dalam proses pembangunan Kabupaten OKU Selatan.

"Kita tidak boleh dan jangan sampai melupakan adat istiadat, karena apabila adat kita hilang 'lebon' maka sangat berpengaruh terhadap mental anak cucu kita," ujar Hasan MK, kemarin

Camat Tiga Dihaji Zainal Muhtadin, SH saat di Wawancara, sangat mengapresiasi kegiatan adat dengan memberikan dukungan penuh serta memfasilitasi setiap gagasan para pemangku adat.

Baca: Tetap Siaga Aksi Teror, Polres Pagaralam Masih Fokus Pada Pengamanan Pilkada 

"Kedepan kita akan giat melestarikan adat istiadat ini, kita akan bukukan apa yg menjadi kesepakatan pemangku adat, tentu tujuannya agar generasi muda (haji) dapat mengetahui dan ikut melestarikannya," ujar Zainal.

Dikatakan Camat, setiap kegiatan di Desa seperti acara persedekahan, pergelaran adok, kesenian dan lainnya sudah berangsur menghilang lagi dalam nuansa budaya haji.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved