Pemilihan Walikota Pagaralam

Penceramah Paslon Lakukan Kampanye Saat Safari di Masjid, Siap-siap Kena Sangsi Ini

Terkait adanya kesepakan yang dibuat pihak KPU, Panwaslu dan LO Paslon di Pagaralam tentang Safari Ramadan di masjid

Penceramah Paslon Lakukan Kampanye Saat Safari di Masjid, Siap-siap Kena Sangsi Ini
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Ketua Bawaslu Provinsi Sumsel, Junaidi. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Terkait adanya kesepakan yang dibuat pihak KPU, Panwaslu dan LO Paslon di Pagaralam tentang Safari Ramadan di masjid setiap paslon yang boleh membawa penceramah membuat Ketua Bawaslu Provinsi Sumsel, Junaidi angkat bicara.

Bawaslu mengingatkan, setiap penceramah yang dibawa oleh paslon untuk tidak melakukan atau menyelipkan ajakan dan materi kampanye dalam ceramahnya. Pasalnya, jika ada maka penceramah bisa kena sangsi baik itu kurungan atau denda.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan, Junaidi mengatakan, agar penceramah harus berhati-hati dalam menyampaikan materi dakwah saat mengikuti paslon safari ramadan.

Baca: Agar Puasa Ramadan tidak Terasa Lapar dan Haus serta Solat Tarawih tidak Lesu, Baca Peramalan Ini

"Memang hal ini tidak dilarang kalau untuk urusan keagamaan, namun perlu diketahui juga aturan yang sudah ditetapkan oleh PKPU. Setiap penceramah tidak boleh berkampenye di masjid," ujarnya, Selasa (15/5/2018).

Sebab, didalam PKPU tentang peraturan kampanye ada dua tempat yang dilarang untuk digunakan atau dipakai untuk kampanye yakni tempat ibadah dan lingkungan pendidikan. Jika aturan itu dilanggar maka bisa ditindak atau dikenai sanksi.

"Ancamannya bisa di kurung penjara atau di denda. Untuk itu harus hati-hati bagi para penceramah," tegasnya.

Baca: Tetap Siaga Aksi Teror, Polres Pagaralam Masih Fokus Pada Pengamanan Pilkada 

Untuk itu tidak boleh sedikitpun dan tidak ada ruang bagi penceramah, timses serta paslon untuk kampanye disela-sela kegiatan safari ramadhan di masjid.

"Panwaslu Kabupaten/Kota harus intens mengawasi kegiatan politik paslon selama bulan ramadahan. Jika ada pelanggaran maka harus ditindak tegas," ujarnya.

Baca: Jawab Keluhan Warga Alun Dua, Pj Walikota Pagaralam Perintahkan Hal Ini

Sebelumnya berdasarkan kesepakatan bersama antara KPU dengan pihak Kepolisian, Panwaslu dan Lo (Penghubung) masing-masing paslon Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam, bahwa pada bulan Ramadan paslon boleh melakukan safari ramadhan ke masjid-masjid sesuai dengan jadwal kampanye yang sudah ditetapkan.

Baca: Dua Mega Proyek Jembatan di Pagaralam Mangkrak, Ini Penjelasan Walikota

Dalam kegiatan safari ramadan tersebut paslon boleh menghadirkan penceramah yang segala sesuatunya merupakan tanggung jawab paslon, asalkan penceramah itu nantinya tidak boleh mengkampanyekan, mengajak, menyampaikan program bahkan menyebut jargon paslon tersebut.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help