Berita Palembang

Pembeli dan Penjualan Petasan di Palembang Bakal Dapat Tindakan Tegas Ini Selama Ramadan

Larangan itu tertuang melalui SK Walikota Palembang Nomor 15 /PGM/Satpol PP/2018 tentang penjualan

Pembeli dan Penjualan Petasan di Palembang Bakal Dapat Tindakan Tegas Ini Selama Ramadan
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Petugas mengamankan kardus berisi petasan dalam razia di Jalan Sentot Ali Basah 17 Ilir Palembang, Selasa (23/6/2015). 

Laporan Wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - - Pemerintah Kota Palembang sudah mengeluarkan surat larangan terhadap penggunaan petasan, kembang api, mercon dan sejenisnya selama bulan suci Ramadan.

Larangan itu tertuang melalui SK Walikota Palembang Nomor 15 /PGM/Satpol PP/2018 tentang penjualan, pembelian dan penggunaan petasan mercon, kembang api dan meriam bambu dalam bulan suci Ramadan.

Pejabat sementara (Pjs) Walikota Palembang Akhmad Najib melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Palembang Alex Ferdinandus mengatakan, pihaknya sudah menerima salinan SK Walikota terhadap larangan penggunaan petasan dan sejenisnya selama bulan puasa.

“Untuk menciptakan ketenangan umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, sesuai Perda nomor 44 tahun 2002 tentang kenyaman dan ketertiban sebaimana telah diubah menjadi Perda Kota Palembang nomor 13 tahun 2017,” jelas Alex, Selasa (15/5/2018).

Untuk memastikan kenyaman dan ketentraman umat Islam menjalankan ibadah puasa tidak tergangu oleh adanya aktifitas pembakaran petasan ini, pihaknya akan melakukan razia menjelang dan selama bulan suci Ramadan.

“Kalau kedapatan ada penjualan petasan ini, kita akan memberikan tindakan yang tegas,” katanya.

Kata Alex, pelarangan tersebut tidak untuk mematikan mata pencarian masyarakat, hanya saja untuk menciptakan rasa kenyaman selama Ramadan ini.

''Apalagi, kembang api tersebut biasa dihidupkan malam hari sehingga tentunya dapat mengganggu pelaksanaan ibadah umat yang menjalankan tarawih,'' katanya.(*)

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help