Berita Muaraenim

212 WNA Bekerja di Kabupaten Muaraenim, 115 Orang Berasal dari China

Sebanyak 212 Tenaga Kerja dari Warga Negara Asing (WNA) tercatat sebagai Tenaga Kerja di Kabupaten Muaraenim.

212 WNA Bekerja di Kabupaten Muaraenim, 115 Orang Berasal dari China
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Suasana rapat koordinasi Tim PORA Kabupaten Muaraenim dengan instansi terkait di hotel Griya Sintesa Muaraenim, Selasa (15/5). 

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Sebanyak 212 Tenaga Kerja dari Warga Negara Asing (WNA) tercatat sebagai Tenaga Kerja di Kabupaten Muaraenim.

TKA tersebut di dominasi dari negara Republik Rakyat China (Tiongkok).

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang dilaksanakan di Hotel Griya Sintesa Muaraenim, Selasa (15/5/2018).

Menurut Kepala Kantor Imigrasi klas II Muaraenim Telmaizul Syatri bahwa, berdasarkan data yang ada di Kantor Imigrasi Muaraenim ada sebanyak 212 WNA yang tercatat sebagai tenaga kerja di Kabupaten Muaraenim.

Dan dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 115 WNA berwarga negara Tiongkok (China), 43 warga negara Jepang, empat orang dari India, 12 orang Pilipina serta sisanya adalah warga Vietman dan Inggris.

Sedangkan tempat usaha atau perusahaan yang memperkerjakannya paling banyak di PT GHEMMI yakni sebanyak 48 orang yang berlokasi dikecamatan Rambang Dangku.

Dan sebagian besar WNA yang bekerja di Muaraenim adalah pria, sedangkan untuk Tenaga Kerja Asing wanita yang bekerja di Muaraenim hanya ada enam orang yang tersebar di PT TEL, GHEMMI, Marubeni (PT MHP) dan yang lainnya.

" PT GHEMMI itu bergerak di perusahaan pembangkit listrik  yakni PLTU," jelasnya.

Selain itu, kata Telmaizul, untuk pengawasan WNA yang dilakukan Timpora tentu sangat diperlukan, sehingga ketika ada permasalahan yang timbul terhadap WNA yang ada di Muaraenim, cepat ditanggulangi.

Sementara itu Asisten III Pemkab Muaraenin M Teguh Jaya mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut, karena pengawasan terhadap orang asing tentu sangat diperlukan, apalagi belakangan ini di berbagai media, maraknya isu Hoax terkait keberadaan dan aktifitas tenaga kerja asing yang meresahkan masyarakat dan membuat kesimpangsiuran informasi.

Dengan melalui rapat timpora ini, diharapkan Pemkab Muaraenim mendapat data yang real dan update terkait jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Muaraenim sehingga lebih mudah untuk dilakukan pengawasan.

Karena berdasarkan hasil rapat tadi ternyata masih ada ketidaksingkronan data jumlah tenaga kerja asing yang ada antar instansi terkait.

"Contohnya, tadi Disnaker mencatat ada sebanyak 161 TKA yang ada di Muaraenim, sementara dari data Imigrasi ternyata ada 212. Nah perbedaan data ini juga yang harus disingkronkan terlebih dahulu sehingga semuanya sama-sama dapat mengawasi," tukas Teguh.(ari) 

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help