Bom Bunuh Diri di Gereja Santa Maria

Miris, Ini Cerita Lengkap 1 Keluarga yang Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di 3 Gereja di Surabaya

Pelaku ternyata merupakan satu keluarga dan tinggal di Rungkut Asri, Surabaya, dan terdiri dari 6 orang.

Miris, Ini Cerita Lengkap 1 Keluarga yang Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di 3 Gereja di Surabaya
IST/Sumber Kepolisian/Surya
Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu pagi (13/5/2018). 

Di dalam rumah tersebut juga ditemukan wadah busur panah, anak panah, juga papan panah.

Menurut Iqbal kondisinya seperti keluarga tersebut sering menggunakannya.

Rumah tersangka pengeboman ditemukan berkat kerjasama densus 88 polri, Polda Jatim, dan Polrestabes Surabaya sejak pukul 18.00 WIB lalu.

===

Dikenal Tertutup oleh Para Tetangga.

Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu pagi (13/5/2018).
Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu pagi (13/5/2018). (IST/Sumber Kepolisian/Surya)

Tinggal di Perumahan Wisma Indah, Jalan Wonorejo Asri XI, Blok K, Nomor 22, keluarga tersebut dikabarkan jarang bersosialisasi dua tahun terakhir.

Padahal, tiga tahun yang lalu Dita pernah menjadi ketua sub RT 2/RW 3, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut.

Ketua Sub RT adalah jabatan di bawah kepala RT dimana Sub RT hanya membawahi satu blok saja.

Jabatan Dita pun diganti oleh Adi, warga yang rumahnya hanya berjarak tujuh bangunan dari rumah Dita.

Adi tinggal di lingkungan tersebut sejak 2010. Sebelum itu, Dita dan keluarganya sudah terlebih dulu tinggal di lokasi tersebut.

"Orangnya tertutup. Identitas dia tidak pernah ditunjukan. Bahkan kepada RT," kata Adi saat ditemui di rumahnya, Minggu (13/5/2018).

Informasi soal Dita hanya diketahui dari cerita para tetangga.

Adi, misalnya, tahu bahwa orang tua dari salah satu pasangan istri itu berasal dari Banyuwangi.

Tapi ia tak tahu detail tentang latar belakang lain dari mereka.

Di luar itu, Adi mengenal Dita sebagai orang yang baik.

Tak tampak ada perilaku radikal darinya, juga keluarganya.

Meski tak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar dua tahun terakhir, ia menunjukkan gelagat yang baik setiap kali keluar rumah.

"Jarang ketemu. Kalau ada kumpul-kumpul RT, dia tak pernah datang," ungkapnya.

Perilaku serupa juga ditunjukkan  istri dan anak-anaknya.

Menurut Adi, sejak dulu, istri dan anak-anaknya tidak pernah berkumpul dengan warga sekitar.

Mereka cenderung tertutup hidup di dalam rumah jika tak ada kegiatan keluar kampung.

"Rumah itu tidak ada tenggangganya yang pernah masuk. Dia kalau ke rumah saya, saya persilakan. Tapi dia tidak pernah (mengajak orang ke rumahnya)," tutur dia.

Pernah suatu ketika Adi punya perlu dengan Dita.

Ia pun mendatangi rumahnya, tapi rumah selalu dalam keadaan terkunci.

===

Rumah Jadi Tempat Latihan Silat

Polisi melakukan proses sterilisasi di Gereja Pantekosta Pusat, Jalan Arjuno, Surabaya, Minggu (13/5/2018) siang pasca ledakan bom.
Polisi melakukan proses sterilisasi di Gereja Pantekosta Pusat, Jalan Arjuno, Surabaya, Minggu (13/5/2018) siang pasca ledakan bom. (Surya/Akira Tandika)

Nyaris tak ada gelagat yang menunjukkan keluarga Dita berpaham radikal

 Sang istri, yang dalam pengeboman menggunakan cadar, berpenampilan normal saja sehari-hari.

"Pakai kerudung, iya. Tapi tidak pakai cadar," tutur Adi.

Pernah dua tahun lalu rumah Dita dipakai untuk latihan silat orang-orang dari luar.

Adi mengetahuinya dari laporan satpam.

Ia pun tak pernah mengganggap hal itu sebagai hal yang mencurigakan.

Sebagai warga kampung itu, Dita bekerja tak tetap.

Dia pernah bekerja sebagai pembuat jamu. Kemudian, ia menjadi pembuat minyak kemiri.

"Dulu pernah limbahnya dibuang di got. Tetangga-tetangga marah," tambahnya.

Empat anak Dita pun masih bersekolah. Satu masih di jenjang SMA, satu jenjang SMP, dan dua jenjang SD.

===

Simak artikel lainnya di bawah ini :

Baca: Terkuak, Ini Jenis Bom yang Meledak di Rusun Wonocolo Sidoarjo, 1 Keluarga Jadi Korban

Baca: Pasca Ledakan Bom di Rusunawa Sidoarjo, Para Penghuni Sempat Dilarang Masuk

Baca: Merinding, Telinga Tiba-tiba Sakit Dokter Syok Saat Lihat Apa yang Ada Didalamnya, Sudah 2 Tahun

Baca: Si Cantik Annisa Nuurshani Terpilih Sebagai Duta Genre Putri Sumsel Tahun 2018

Baca: Ini Wajah Pelaku Bom Bunuh Diri di 3 Gereja Surabaya dan Kisah Masa Lalunya

Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help