Bom Bunuh Diri di Surabaya

Antisipasi Teror Bom, Berikut Imbauan Disdik Kota Palembang untuk Sekolah-Sekolah

Insiden teror bom di rumah ibadah dan kantor polisi di Surabaya baru-baru ini membuat semua pihak dari berbagai daerah waspada.

Antisipasi Teror Bom, Berikut Imbauan Disdik Kota Palembang untuk Sekolah-Sekolah
SRIPOKU.COM/YULIANI
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, Ahmad Zulinto. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Yuliani 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Insiden teror bom di rumah ibadah dan kantor polisi di Surabaya baru-baru ini membuat semua pihak dari berbagai daerah waspada.

Seperti di Palembang sendiri yang sudah diantisipasi dengan pengamanan dan di segala lini guna menghindari peristiwa yang tak diinginkan

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, Ahmad Zulinto bahkan mengimbau sekolah agar meningkatkan keamanan.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya teror bom yang sudah meresahkan masyarakat di Indonesia saat ini.

Baca: Korbankan Anak Istri, Dita Otak Bom Bunuh Diri Bukan Orang Sembarangan. di Sini Belajar Merakit Bom

Menurut Zulinto, terkait kasus bom yang sedang melanda Indonesia saat ini, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Palembang wajib meningkatkan keamanan di sekolah dengan memaksimalkan pejaga atau satpam sekolah masing-masing.

"Satpam sekolah harus selalu waspada, harus periksa dulu siapa saja yang ingin masuk sekolah jangan asal dipersilahkan saja," ungkapnya, Senin (14/5/2018).

Baca: Mako Polres Lubuklinggau Dijaga Ketat, Seluruh Pengunjung Diperiksa Hingga Identitas

Ditegaskannya, imbauan ini ditujukan bagi semua sekolah di Kota Palembang agar tetap waspada terhadap ancama teror di lembaga pendidikan.

"Kita mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dalam beberapa hari ini. Sikap seperti itu tidak boleh ditiru oleh anak didik kita," terangnya.

Baca: Detik-detik Penangkapan, Terduga Teroris di JMP Dekat Lokasi Bom Polrestabes Surabaya

Tak hanya itu, Zulinto juga memberikan intruksi kepada guru agar mengintegrasikan penanaman pancasila kepada siswa di setiap pelajaran dengan tujuan agar siswa memahami betul makna pancasila dan tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tugas guru mengarahkan siswa agar memahami pancasila dan menjelaskan jika prilaku anarkis tidak dibenarkan dalam agama manapun," ungkapnya. 

Baca: Ada Teror Bom, Menteri Perdagangan Sebut Investor Masih Percaya Indonesia

Penulis: Yuliani
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help