Update SFC

Bhayangkara FC Protes Gol Mereka ke Gawang Sriwijaya FC yang Dianulir Wasit

"Kami memprotes keras keputusan wasit, kami juga meminta PSSI dan PT LIB menghukum tegas dan keras atas perbuatan mereka,"

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Setelah melakukan kritik keras kepada wasit melalui Simon Mcmenemy, yang menggap wasit di Liga Indonesia kurang memahami rule kompetisi yang sesungguh.

Kini Bhayangkara akan melayangkan protes kepada wasit terkait gol mereka yang dianulir.

"Kami rasa pelatih lebih memahami aturan dan rule kompetisi dibandingkan wasit, hal ini sangat tidak baik bagi kompetisi," jelas Simon dalam siaran persnya usai kalah lawan SFC 2-1 di Jakabaring, Sabtu lalu.

Simon mengatakan, seharusnya dengan kompetisi seperti Liga I Indonesia, pelatih, pemain dan tim berhak mendapatkan kompetisi yang berkualitas dan dipimpin wasit yang betul-betul mengerti rule kompetisi dan aturan main dalam sepakbola.

"Saya rasa ada beberapa yang kami anggap merugikan mulai dari gol yang dianggap offside, hingga ketika Vujovic harus menjalani perawatan. Pemain yang cedera bisa dirawat di dalam lapangan untuk kemudian main lagi, tetapi yang ada ditarik keluar lapangan dan harus menunggu hingga 3 menit baru masuk, karena baru diizinkan masuk," ujarnya.

Sehari setelah membuat statemen dalam siaran jumpa pers, pihak Bhayangkara FC melalui manajemennya, berencana melayangkan protes keras pada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

Seperti dilansir dari bola.com, Bhayangkara mengangap keputusan asisten wasit 2, Asprianto, asal Sumatra Barat pada laga tandang melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (12/5/2018), yang mengangkat bendera tanda offside.

Memang, pada laga pekan kedelapan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, laga yang dimenangkan oleh Sriwijaya FC dengan skor 2-1 ini. Gol bermula dari tendangan keras Dendy Sulistyawan dari luar kotak penalti.

Namun dianulir Asprianto, dia dianggap manajemen salah mengambil keputusan saat mengangkat bendera, tanda Herman Dzumafo sudah dalam posisi offside, sebelum gol yang dicetak Dendy Sulistyawan dari luar kotak penalti terjadi.

Maka itu, Manajer Bhayangkara FC, Sumardji, mengungkapkan pihaknya akan melayangkan protes kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi untuk mengambil keputusan tegas atas kesalahan yang dilakukan Asprianto.

"Kami memprotes keras keputusan wasit, kami juga meminta PSSI dan PT LIB menghukum tegas dan keras atas perbuatan mereka," kata Sumardji kepada Bola.com seperti dilansir Sripo.

Pada Sabtu malam (12/5/2018), manajemen Bhayangkara FC menulis surat protes dan dikirimkan ke PSSI dan PT LIB pada Minggu pagi (13/5/2018).

Selain mengirimkan surat, manajemen Bhayangkara FC akan menyertakan bukti berupa screenshot yang menunjukkan posisi Dzumafo onside, plus potongan rekaman proses gol itu tercipta.

Dalam tayangan tersebut menunjukkan Dzumafo berdiri sejajar dengan pemain paling belakang Sriwijaya FC saat bola itu diumpan ke Dzumafo.

Meski tak mengubah skor, Bhayangkara FC berharap setidaknya dengan protes ini, ke depan wasit dan asisten wasit yang bertugas lebih jeli dalam mengambil keputusan sehingga tidak ada tim yang dirugikan.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help