Berita Palembang

Jalan Rusak Akibat Pembangunan LRT Mulai Mulus, Masudi Siap Digantung Jika Perbaikan tak Menyeluruh

Jalan rusak yang berada di Kota Palembang efek dari pengerjaan mega proyek Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan

Jalan Rusak Akibat Pembangunan LRT Mulai Mulus, Masudi Siap Digantung Jika Perbaikan tak Menyeluruh
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Progres pengaspalan jalan rusak akibat LRT mulai mulus di zona V Jakabaring Palembang, Jumat (11/5/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jalan rusak yang berada di Kota Palembang efek dari pengerjaan mega proyek Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan sudah mulai diperbaiki. 

Jalan yang awalnya banyak terlihat retak, berlubang hingga membuat kondisi badan jalan nampak miring sudah nampak berangsur mulus kembali seperti semula.

Kepala Proyek LRT Palembang, Masudi Jauhari mengungkapkan untuk perbaikan jalan rusak akibat pembangunan LRT dilakukan secara serentak mulai dari zona I bandara hingga zona V Jakabaring. Untuk saat ini progres pengerjaan sendiri sudah mencapai 30 persen.

"Untuk perbaikan jalan progresnya itu sudah mencapai 30 persen. Semuanya jalan rusak akibat pembangunan LRT kami jamin bakal mulus," tegas Masudi, Jumat (11/5/2018).

Dari Zona I atau bandara pihaknya bakal melakukan perbaikan overlay penyempurnaan jalan agar kembali mulus seperti semula.

Untuk lapisan pengaspalan nantinya akan berbeda-beda tergantung dari kerusakan jalan. Apabila hingga bulan Juni ada jalan rusak akibat pembangunan LRT tak dilakukan perbaikan, maka Masudi mempersilakan masyarakat untuk mengkomplain dan menelponya secara langsung.

 Terlebih seperti janjinya dahulu, Masudi siap digantung di atas jembatan ampera apabila jalan tak diperbaiki.

"Ketebalannya sudah diatur oleh BBPJN, kita kan kerjanya diawasi. Kalau tidak begitu seperti janji saya, Masudi siap digantung di Ampera," ungkapnya.

Sementara itu untuk secara keseluruhan pengerjaan LRT sudah mencapi 90 persen. Saat ini pihaknya tengah fokus untuk pembuatan jalur emergency atau walk way sepanjang jalur LRT.

Adapun jalur emergency penumpang tersebut dibuat tepat disebelah rel kereta, nantinya panjang walk way juga menyesuaikan panjang lintasan LRT yakni sepanjang 24 KM.

"Walk way sudah 70 persen, bulan Juni sudah rampung," katanya. 

Baca: Jaringan SKTT PLN Penunjang LRT Putus, Suranto Optimis Tetap Jalan dan Tak Ada Masalah

Baca: Sepanjang 24 KM Jalur LRT, Dilengkapi Jalur Emergency Penumpang

Baca: LRT Bakal Jadi Wisata Baru, Alex Noerdin: Pertama di Dunia LRT Seberangi Sungai!

Baca: Mashudi Sudah Kantongi Kelemahan BNI 46

Baca: Alex Noerdin: LRT Siap Jadi Alternatif Perjalanan Wisata Baru

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help