Suhu Politik

Mengkritik dan Dikritik Dalam Ranah Berbangsa dan Bernegara

Belakangan, berita politik yang lagi heboh dan viral menjadi pembicaraan publik adalah pernyataan tokoh politik nasional Amin Rais,

Mengkritik dan Dikritik Dalam Ranah Berbangsa dan Bernegara
ist
Ki Joko Siswanto 

Dan di akhir pernyataannya sebagai wujud kekesalannya dengan mengancam akan membongkar dosa-dosa orang yang asal-asalan mengritik pemerintah, kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong.

Dosamu banyak juga kok.

Sudahlah, diam sajalah. Jangan maian-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu, memang kamu siapa?.

Akibat respon dan reaksi Luhut tersebut suasana menjadi heboh, ada yang bersikap pro dan ada yang bersikap kontra serta ada juga yang bersikap netral obyektif melihat permasalahannya.

Mereka yang pro Amin Rais atau kontra pemerintah akan menyetujui apa yang dinyatakan Amin Rais tanpa bersikap kritis apakah yang dinyatakan Amin Rais betul atau salah, didukung data atau tidak, karena memang sudah menjadi pengikut dan fanatik mengidolakan Amin Rais.

Pokoknya asal yang disampaikan Amin Rais selalu dianggap benar dan penting. Untuk itu, Amin Rais patut didukung dan menyalahkan pemerintah (Luhut) yang kebakaran jenggot dikritik dan malah mengancam seperti orde baru. Ini sudah era demokrasi mestinya tidak alergi terhadap kritik. Kira-kira begitu yang pro Amin Rais.

Bagi mereka yang kontra terhadap kritik Amin Rais atau yang pro pemerintah berpandangan bahwa apa yang dikatakan Amin Rais yang asal bunyi itu tidak benar, kritik tanpa data, asal menyerang pemerintah, tidak pantas pelopor reformasi dan guru besar bicara asal-asalan tanpa didukung data dan tidak melihat fakta bahwa rakyat senang mendapat sertifikat yang selama ini sulit untuk bIsa diperoleh.

Oleh karena itu, kritik Amin Rais harus dilawan agar tidak sering membuat gaduh negeri.

Pemerintah sekarang sudah berbeda dengan jamannya Soeharto yang otoriter, yang harus dilawan dengan kritik-kritik yang tajam dan sangat keras untuk dijatuhkan.

Kegemaran Amin Rais adalah menjatuhkan pemerintah.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved