Berita Musi Banyuasin

Bakar Hutan dan Lahan di Sumsel, Siap-Siap Dipenjara 10 Tahun dan Denda Rp 10 Miliar

“Bencana karhutlah ini sudah menjadi atensi bersama untuk melakukan pencegahan agar sampai terjadi."

Bakar Hutan dan Lahan di Sumsel, Siap-Siap Dipenjara 10 Tahun dan Denda  Rp 10 Miliar
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Sosialisasi Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor Manggala Agni Daops Musi Banyuasin Bayung Lencir, Muba, Rabu (9/5/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Menjelang perhelatan event olahraga berstandar internasional yakni Asian Games 2018, tim terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus melakukan sosialisasi dan patroli.

Namun jika masih ada oknum yang membuka hutan dengan cara dibakar, siap-siap bakal dikenai hukuman penjara 10 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar.

“Bencana karhutlah ini sudah menjadi atensi bersama untuk melakukan pencegahan agar sampai terjadi."

"Oleh karena itu kita terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, jika masih ada yang mencoba melanggar dengan membakar siap-siap pelaku dikenai hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar,” kata Kapolsek Bayung Lencir AKO Novan Dwi Putra melalui Kanit Reskrim Ipda Novet Ardinata di sela Sosialisasi Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor Manggala Agni Daops Musi Banyuasin Bayung Lencir, Rabu (9/5/2018).

Baca: Kedapatan Bakar Hutan dan Lahan, Polres Pagaralam Siapkan Sanksi Tegas Kurungan Hingga Denda  

Dikatakan Ipda Novet Ardinata, pelaku pembakaran hutan dan lahan atau ilalang dan semak belukar akan dikenakan pasal berlapis yakni, Pasal 187 KUHP.

Lalu apabila dengan sengaja menimbulkan kebakaran sanksi pidana 12 tahun, dan pada pasal 108 Undang-undang RI Nomor 39 tahun 2014 pelaku pembakaran akan terkena pidana penjara lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

"Tidak ada lagi alasan dalam pembakaran hutan dan lahan, kami akan menindak tegas jika didapati dan terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan."

"Tim setiap harinya akan memantau dan berkeliling dalan mencari titik hotspot, hal ini merupakan instruksi langsung Kapolri dalam pencegaha karhutlah,” ungkap Ipda Novet Ardinata.

Baca: Hukum Ziarah Kubur Menjelang Puasa Ramadan, Adab dan Surat Apa Saja yang Dibaca

Baca: Baca Peramalan Ini di Malam Pertama Bulan Ramadan. Insya Allah Ibadah Puasa Lancar Hingga Akhir

Baca: Niat Puasa Senin-Kamis, Keutamaan dan Manfaatnya Bagi Wanita Sungguh Dahsyat Ini Buktinya

Sementara, Bidang Perlindungan Dan KSDAE Provinsi Sumsel, Sumatro, mengungkapkan bahwa masalah kebakaran hutan dan lahan ini adalah tanggung jawab kita bersama baik Pemerintah, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, KPH, masyarakat dan stakeholder swasta lainnya.

"Terutama sekarang kita akan menghadapi 2 event besar, yakni Pilkada dan Asian Games diharapkan kita semua bekerjasama mengantisipasi agar tidak terjadinya kebakaran Hutan dan Lahan ini,” ungkapnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help