Berita Palembang

Nilai Tukar Dolar Atas Rupiah Naik, Memberikan Efek Positif Bagi Komiditi Karet

Kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menyentuh level Rp 14.052 berimbas positif pada harga komoditas karet.

Nilai Tukar Dolar Atas Rupiah Naik, Memberikan Efek Positif Bagi Komiditi Karet
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua DPD Gapkindo Sumsel, Alex K Eddy 

Laporan wartawan sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menyentuh level Rp 14.052 
berimbas positif pada harga komoditas karet.

Harga karet naik karena nilai pembelian sudah ditetapkan dengan standar penghitungan harga internasional dikalikan kurs rupiah terhadap dollar dipotong ongkos produksi Rp 2.500 maka itulah harga karet bokar di tingkat petani.

Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, Alex K Eddy mengatakan ika nilai tukar rupiah terhadap dolar naik maka harga beli di tingkat petani juga akan naik.

"Kenaikan dolar berdampak untuk petani kalau eksportir karet tidak berpengaruh karena karet sudah ada standarisasi baku harga jual internasional sehingga tidak terlalu berdampak," katanya kepada Sripo, Selasa (08/05/2018).

Alex menambahkan meski harga karet di tingkat petani naik namun sayangnya tidak diikuti naiknya produksi karet yang dihasilkan.

Jumlah produksi karet mengalami penurunan pada kuartal pertama tahun 2018. Hal ini membuat Gapkindo memperkirakan anjloknya produksi ini diakibatkan oleh faktor cuaca atau memang faktor harga yang sebelumnya turun dan baru naik saat ini.

"Dengan rendahnya produksi karet seperti ini maka target ekspor 1,3 juta ton karet sulit direalisasikan, ekspor sama dengan tahun lalu satu juta ton saja itu sudah baik. Untuk kualitas sendiri masih bagus, kuantitas produksinya saja yang turun," tambah Alex.

Saat ini Indonesia masih tetap menempati urutan kedua eksportir karet setelah Thailand. Karet yang diekspor merata hampir ke semua negara namun memang lebih didominasi ke Tiongkok, Amerika Serikat, Eropa Barat, Jepang, Amerika Latin, Korea, India dan beberapa negara lainnya.

"Harga naik itu bagus tapi kalau hanya musiman saja atau bila rupiah melemah efeknya kurang baik. Petani sejahtera namun hanya pada periode tertentu saja. Saya berharap agar harga karet internasional yang naik. Karena kalau kondisional seperti ini akan memberi pengaruh kurang baik terhadap perekonomian Indonesia," lanjutnya.

Mengenai kenaikan dolar ini pula,  Ketua Apindo Sumsel Sumardjono Saragih mengatakan eksportir sawit juga merasa diuntungkan namun pihaknya belum dapat merinci dengan pasti berapa persen keuntungan tersebut.

"Eksportir sawit juga diuntungkan akan tetapi ini tidak bertahan lama karena di satu sisi  harga pupuk juga ikut naik. Jadi, kesimpulannya hanya berbeda sedikit, tidak terlalu signifikan. Harapannya bisa untung di dua sisi." ujarnya.(mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help