Berita Musi Banyuasin

Plt Bupati Muba, Beni Hernedi akan Surati Pertagas Terkait Semburan Lumpur

Secara tegas Beni mempertanyakan izin pertagas membongkar fasilitas umum yang dilewati pipa salah satunya adalah jalan desa.

Plt Bupati Muba, Beni Hernedi akan Surati Pertagas Terkait Semburan Lumpur
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Plt Bupati Muba Beni Hernedi pada saat melakukan rapat bersama pihak Pertagas. 

Laporan wartawan sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU—Semburan lumpur yang masih sering muncul di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang disebabkan oleh kegiatan pengeboran pipa pertagas dari Gressik - Pusri membuat Plt Bupati Muba Beni Hernedi bakal mengambil tindakan tegas penghentian pekerjaan.

Hal tersebut disebabkan dampak lumpur yang terjadi di rumah warga merugikan dan melumpuhkan aktifitas.

“Ya, kegiatan yang dilakukan ini berdampak langsung kepada masyarakat sehingga kita meminta dengan tegas kegiatan pengeboran dihentikan sementara. Penghentian kegiatan tersebut hanya pada wilayah yang terdampak saja, kalau untuk daerah lain kita persilahkan untuk melanjutkan aktifitas," kata Plt Bupati Beni Hernedi, disela-sela rapat progres pemasangan pipa dengan pihak Pertagas di Kecamatan Tungkal Jaya, Rabu (2/5/18).

Lanjutnya, penghentian kegiatan tersebut diharapkan pihak pertagas bisa fokus untuk melakukan tindakan komperensif untuk melakukan inventarisasi terhadap warga yang terdampak.

“Kita akan kirim surat secara resmi untuk penghentian ini. Kalau mereka mau melanjutkan silahkan hanya saja jika ada permasalahan di lapangan kami tidak bertanggung jawab,”ungkapnya.

Pada rapat yang dilaksanakan tersebut Beni menyoroti masalah SOP pihak Pertagas dalam melaksanakan pemasangan pipa, dimana sampai sekarang dari pihak terkait yang menggarap pemasangan pipa tidak ada sosialisasi.

“Sejak saya dan pak Dodi dilantik belum ada selembar surat pun yang memberitahukan tentang kegiatan ini. Jadi sampai sejauh mana SOP kegiatan ini," ujarnya.

Secara tegas Beni mempertanyakan izin pertagas membongkar fasilitas umum yang dilewati pipa salah satunya adalah jalan desa.

"Pembongkaran jalan di persimpangan menuju ke desa itu izinnya kemana, pasca penanaman pipa apakah tetap ditumpuk tanah seperti yang ada sekarang," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help