Berita Empatlawang

Limbah Medis Pada Fasilitas Kesehatan Kabupaten Empatlawang Perlu Pengawasan Berkala

Limbah medis pada fasilitas kesehatan perlu pengawasan berkala, setidaknya dalam satu tahun sebanyak dua kali petugas pengelolaan

Limbah Medis Pada Fasilitas Kesehatan Kabupaten Empatlawang Perlu Pengawasan Berkala
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Pertemuan orientasi dan pengawasan berkala limbah medis fasyankes, Kamis (3/5/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Awijaya

SRIPOKU. COM, EMPATLAWANG - Limbah medis pada fasilitas kesehatan perlu pengawasan berkala, setidaknya dalam satu tahun sebanyak dua kali petugas pengelolaan Kesehatan lingkungan melaporkan tentang limbah medis seperti jarum suntik bekas, perban bekas dan limbah medis lain dimusnahkan melalui cara yang benar atau harus diahancurkan dengan alat atau dikubur.

Ini sangat penting, mengingat untuk meningkatkan pengetahuan pengelolaan tentang pengolahan limbah di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

Kabid Kesehatan masyarakat, Dinkes Empatlawang, Eka sosiawati mengatakan, untuk itu seluruh fasilitas kesehatan sangat penting dan harus ada yang memiliki izin lingkungan serta harus melaporkan tentang pengolahan limbah medis, setahun sebanyak 2 kali melapor.

Baca: Dinilai Mengganggu, Polantas OKU Selatan Kejar-kejaran dengan Pelajar Saat Konvoi Kelulusan

Dijelaskan Eka, untuk di Kabupaten Empatlawang ini baru ada Lima UPTD kesehatan yang sudah memiliki izin lingkungan, antara lain UPTD Nanjungan, UPTD Tebingtinggi, UPTD Sikap Dalam, UPTD Muarapinang dan UPTD Pendopobarat.

Baca: Wakili PAUD se Kabupaten Muratara, 750 Anak Ikuti Lomba Mewarnai dan Berpakaian Kebaya

Untuk Lima UPTD yang lainnya saat ini masih dalam proses, yaitu UPTD Muara Saling, UPTD Talangpadang, UPTD Lintangkanan, UPTD Ulumusi, UPTD Pendopo, serta Rumah Sakit Pratama di Pendopo.

Baca: Kasus Pengrusakan Hutan, Jampidum: Penyidikannya 90 Hari Harus Selesai

Eka menabahkan, bahwa dari keseluruhan fasilitas kesehatan yang ada pada saat ini, belum pernah mendapatkan orientasi dan pengawasan tentang pengolahan dan pelaporan limbah medis (Limbah B3).

"Seluruh fasilitas kesehatan ini belum pernah mendapat orientasi dan pengawasan tentang pengolahan dan pelaporan limbah medis ini," tungkasnya. 

Penulis: Awijaya
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help