Berita Palembang
Tiap Hari Derita Kemacetan, Palembang Seperti Adik Kandung Jakarta
Setiap hari warga Palembang khususnya yang berdomisili dikawasan Seberang Ulu terpaksa harus berpacu dengan waktu di jam sibuk
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Reigan Riangga
Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Setiap hari warga Palembang khususnya yang berdomisili dikawasan Seberang Ulu terpaksa harus berpacu dengan waktu di jam sibuk, seperti pagi, siang serta sore hari.
Ratusan kendaraan roda dua dan empat yang seakan berlomba menuju jembatan ampera membuat jalur dari arah Kertapati, Plaju dan Jakabaring menyempit dalam satu lajur membentuk deretan ribuan kendaraan tak ubahnya seperti ular raksasa.
Tak ayal, akibat kemacetan tersebut membuat pengendara terpaksa memacu kendaraannya dengam kecepatan 5-10 KM/ JAM, raungan bunyi klakson dan kocokkan gas kendaraan jadi pemandangan biasa tatkala terjebak macet.
Baca: Waw! Ternyata Ini Jenis Kurma Yang Paling Di Gemari Di Seluruh Dunia
Seperti yang terjadinya hari ini, Rabu (2/5/2018), kemacetan di kawasan simpang Fly over Jakabaring mencapai puncaknya. Ribuan kendaraan dari tiga arah terkunci total sehingga membuat arus lalu lintas menjadi macet total.
Mirisnya, dalam kondisi tersebut tak ada petugas yang mengatur para pengendara sehingga kemacetan makin menjadi-jadi karena ego masing-masing pengendara siapa paling tangguh untuk melewati macet.
"Palembang tak ubahnya seperti adik kandung ibukota Jakarta yang selalu macet. Tiap hari macetnya minta ampun seperti ini," Ujar Feni, pengendara motor asal Kertapati yang menggerutu keaadan tersebut.
Baca: Ada Efek Mantan, Ini 4 Fakta AS Roma vs Liverpool Dinilai Lebih Menarik Daripada Madrid vs Bayern
Iwan, pengendara mobil lainnya asal Plaju juga megaku keheranan dengan keadaan yang terjadi. Kendati sudah biasa terjadi kemacetan namun seringkali hanya satu dua orang petugas yang mengatur lalu lintas.
Pria berkumis tebal ini pun meminta pemerintah jangan tutup mata dengan keadaan demikian.
"Sudah bertahun-tahun kami warga seberang ulu alami hal ini, lantas bagaimana solusinya? Pemerintah jangam hanya berdiam diri," jelasnya.
Pengamat Transportasi Sumsel, Saidina Ali menilai kemacetan yang terjadi di Palembang khususnya jembatan ampera merupakan permasalahan klasik. Namun hingga kini belum ada tindakan serta solusi nyata dari pihak terkait.
Baca: Inilah 10 Makanan yang Bisa Kamu Makan Sesuka Hati Tanpa Harus Takut Gendut
Ia menyarankan agar pihak terkait untuk mengindentifikasi permasalahan dari sumber kemacetan tersebut jangan hanya dibiarkan seperti saat ini.
Seperti tikungan harus dibesarkan serta pelebaran jalan juga harus berimbang dengan volume kendaraan.
"Kemaceta itu karena permasalahan dibiarkan saja dan tak diatur. Itu harus ada ahlinya melihat permasalahan tersebut," tegasnya.