Berita Sumsel

11.813 Guru Honorer di SMA dan SMK Negeri akan Terima SK Gubernur Sumsel, tapi Bukan Soal Gaji

Kabar gembira bagi guru berstatus honorer di SMA/SMK negeri di Sumsel, dipastikan akan menerima SK Gubernur bulan Mei ini.

11.813 Guru Honorer di SMA dan SMK Negeri akan Terima SK Gubernur Sumsel, tapi Bukan Soal Gaji
SRIPOKU.COM/YULIANI
Drs Widodo MPd 

Laporan wartawan sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Kabar gembira bagi guru berstatus honorer di SMA/SMK negeri di Sumsel, karena sebanyak 11.813 guru honorer dipastikan akan menerima SK Gubernur bulan Mei ini.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Widodo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/5/2018).

Ia mengatakan, saat ini sedang dipersiapkan SK petikan yang akan diambil masing-masing guru.

"Saya harap bulan Mei ini sepenuhnya selesai. Jadi sekitar pertengahan bulan akan dibagikan," ujarnya.

Selain itu, mengingat adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 yang melarang mengangkat guru honor menjadi Aparatur Sipil Negera (ASN), maka jalan tengahnya dibuatlah SK Gubernur ini.

Fungsi dari SK Gubernur ini yaitu memberikan kepastian hukum di sekolah itu bahwa dia honorer di sekolah itu. Lalu dengan SK tersebut guru juga bisa mengurus Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Ddengan adanya NUPTK maka guru tersebut bisa mengurus sertifikasi.

"SK ini hanya untuk SMA/SMK negeri saja. Sedangkan untuk SMA/SMK yang swasta SK Yayasan dan fungsinya sama. Sedangkan untuk perihal gaji, SK ini tidak ada kaitanya dengan gaji," jelasnya.

Ia menjelaskan, kalau soal gaji itu berbeda lagi kaitanya dan soal SK ini tidak ada kaitanya dengan gaji.

Widodo pun berharap suatu hari ada peraturan daerah yang mengatur soal gaji honorer ini. Apalagi pihaknya akan berusaha memperjuangkan gaji tersebut agar bisa sampai ke DPRD ataupun dari Dinas Pendidikan.

"Idealnya gaji honorer itu UMP, namun posisinya sekarang kan gaji mereka ini kembali ke sekolah jadi gajinya menyesuaikan kemampuan masing-masing sekolah. Silakan tanyakan sekolah masing-masing berapa gaji honorer," jelasnya.

Selain itu, dari total 11,813 guru honorer yang diberikan SK Gubernur ini bukan honda, karena kalau honda gajinya dibayar melalui APBD. Sedangkan mereka yang gaji sekolah masing-masing dengan menyesuiakan kemampuan sekolah.

"Proses penerbitan SK ini cukup panjang, dimana guru harus melangkapi berkas administrasi yang lengkap dan sesuai dengan persyartan yang berlaku," ujarnya. (cr9)

Penulis: Yuliani
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help