Tahun 2019, Seluruh Sekolah di Palembang Wajib Terapkan K13

Secara bertahap Dinas Pendidikan Kota Palembang terus membina para guru agar siap menerapkan Kurikulum 2013 (K13) kedalam pembelajaran.

Tahun 2019, Seluruh Sekolah di Palembang Wajib Terapkan K13
SRIPOKU.COM/YULIANI
Para guru saat mengikuti Pelatihan Guru Mata Pelajaran Melalui MGMP Dinas Pendidikan Kota Palembang dalam rangka implementasi K13 di Aula Kantor Disdik Kota Palembang, Senin (30/4/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Secara bertahap Dinas Pendidikan Kota Palembang terus membina para guru agar siap menerapkan Kurikulum 2013 (K13) kedalam pembelajaran.

Kali ini Disdik Palembang melalui Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) kembali memberikan pelatihan guru tingkat sekolah pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto melalui Kepala PGTK Sutriana menjelaskan, pelatihan guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) melibatkan 10 kelompok mata pelajaran di antaranya Kelompok Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, dan beberapa kelompok mata pelajaran lainnya.

Baca: Tak Kalah Cantik dari Aurel, Ini 8 Foto Silvalay Noor Athalia Anak Tiri Krisdayanti, Eksotis Banget!

"Seluruh kelompok mata pelajaran kita libatkan karena pada tahun ajaran 2018-2019, seluruh sekolah di Palembang harus mengimplementasikan K13," ujarnya di sela Pelatihan Guru Mata Pelajaran Melalui MGMP Dinas Pendidikan Kota Palembang dalam rangka implementasi K13 di Aula Kantor Disdik Kota Palembang, Senin (30/4/2018).

Dalam pelatihan ini, pihaknya berkeinginan untuk mengubah pola pandang guru dalam mengajar. Jika sebelumnya guru sebagai sentral pembelajaran akan bergeser menjadi seorang motivator, fasilitator dan mediator.

Baca: Pencegahan dan Penanganan Dini Kunci Bebas Kabut Asap 2018

"Begitu juga dengan perangkingan akan dihapus. Penilaian berdasarkan sikap, psikomotor dan kognitif," ungkapnya.

Ia menyebutkan, implementasi kurikulum tematik ini belum menyentuh ke seluruh sekolah. Hingga saat ini baru ada 80 persen sekolah yang sudah menerapkan kurikulum ini.

Baca: Fokus Pengerjaan Sinyal Double Track, Jalur Kereta Kertapati-Prabumulih Siap Diresmikan Menhub RI

"Sebetulnya tidak ada kendala dalam penerapan kurikulum ini, hanya saja pola pandang guru saja yang perlu kita ubah," ujarnya. (*)

Penulis: Yuliani
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help