Pemilihan Walikota Palembang

Hilangkan Mindset Politik Hanya Urusan Generasi Tua

Dari data yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Palembang saat ini ada 13 persen suara pemilih pemula.

Penulis: Rangga Erfizal | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Kegiatan pendidikan politik bagi pemula yang diadakan oleh Pemkot Palembang di Grand Atyasa Convention Center Palembang, Rabu (25/4/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kota Palembang akan menggelar pemilihan walikota dan wakil walikota periode 2018-2023 pada Juni mendatang.

Dari data yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Palembang saat ini ada 13 persen suara pemilih pemula.

Hal tersebut diungkapkan saat sosialisasi pendidikan politik pemula di Grand Atyasa Convention Center Palembang, Rabu (25/4/2018).

Kepala Badan Kesbangpol, Altur Febrianysah menuturkan saat ini terdapat 13 persen pemilih pemula terdata dari 1.244.716 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Dari ke-13 persen tersebut masih banyak yang awam tentang politik.

Baca: Ini Penyebab Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib Marah marah

"Dengan diadakan sosialisasi ini agar bisa ikut mendongkrak partisipasi pemilih pemula untuk memenuhi target nasional 72% partisipasi pemilih," tambah Altur Febriansyah.

Pemilih pemula tersebut saat ini didominasi oleh pelajar dan mahasiswa, pemerintah ingin mencoba mengajak pemilih pemula merubah mindset bahwa politik bukan hanya urusan orang tua.

Maka dari itu politik haruslah dikenal sebagai satu cara untuk mewujudkan hakikat semua lapisan masyarakat.

"Pelajar ataupun mahasiswa mulai sekarang harus menghilangkan mindset bahwa politik hanya urusan generasi tua, karena politik hakikatnya adalah hak semua lapisan untuk ikut berpartisipasi, termasuk membicarakan politik," ungkap Staf Ahli Wali kota bidang politik, Hanafiyah.

Baca: Pihak Keluarga Terkejut Mayat Mengapung Pakai Kaos Calon Walikota Palembang Adalah Hamdan

Dari sosialisasi tersebut pemerintah berharap ada kesadaran dan partisipasi dari pemilih pemula untuk ikut memilih pada pilkada serentak 2018, pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019.

"Semoga dengan sosialisasi ini membantu pemilih pemula yang masih banyak kerancuan informasi dalam menentukan sikap politik serta menghindarkan mereka dari politik uang," ujarnya.

Sosialisasi pendidikan politik dihadiri 200 pelajar SMA dari beberapa sekolah negeri dan swasta di Kota Palembang, mendatangkan dua pengamat politik dari Unsri yakni Prof Joko Siswanto serta Dr Sufyan Hasan.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved