Kemuliaan Manusia

Hakikat Kemuliaan Manusia di Sisi Allah

Dalam kehidupan yang serba fana ini seringkali kita jumpai per­sepsi yang salah tentang hakikat kemuliaan seorang manusia.

Hakikat Kemuliaan Manusia di Sisi Allah
ist
Ismail Sukardi

Hakikat Kemuliaan Manusia di Sisi Allah

Oleh : Ismail Sukardi

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Raden Fatah

Dalam kehidupan yang serba fana ini seringkali kita jumpai per­sepsi yang salah tentang hakikat kemuliaan seorang manusia.

Se­bagian manusia menganggap, kemuliaan seseorang terletak pada se­berapa banyak harta yang dimiliki, atau seberapa tinggi jabatan atau kedudukan yang dipegang, atau seberapa dalam ilmu yang dimi­liki atau juga gelar‑gelar yang disandang.

Dalam pandangan Islam, kemuliaan seseorang sejatinya terletak pada tingkatan taqwa yang dimiliki, sebagaimana firman Allah SWT yang maknanya:

"Wahai ma­nusia sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki‑laki dan seorang perempuan dan kami jadikan kamu berbangsa‑bangsa dan ber­suku‑suku untuk saling kenal‑mengenal, sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu adalah orang‑orang yang bertakwa" (Q.S. Al‑Hu­jurat [49]: 13).

Banyak orang yang memiliki harta, kedudukan, kekuasaan, ilmu, ge­lar, dan lain‑lainnya, tetapi karena tidak diiringi dengan ketak­waan, maka hal‑hal tersebut ternyata justru membawa mereka kepada kehinaan.

Orang kaya bisa mulia dengan kekayaannya jika dia bert­akwa, tetapi dia juga bisa jatuh ke dalam kehinaan saat keka­ya­annya tidak diiringi dengan ketaatan kepada Allah SWT.

Demikian pula orang yang memiliki ilmu dapat menjadi mulia karena ketakwa­an­nya, namun sebaliknya jika ilmu itu tidak digunakan atas dasar ketakwaan, ilmu digunakan untuk kejahatan dan itu akan berujung kepada kehinaan.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved