Ditresnarkoba Polda Sumsel Tes Urine Dadakan, Positif Narkoba Bisa PTDH

Mencegah keterlibatan anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel dalam penyalagunaan nakorba, Ditresnarkoba Polda Sumsel melaksanakan tes urine

Ditresnarkoba Polda Sumsel Tes Urine Dadakan, Positif Narkoba Bisa PTDH
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
TES URINE - Sejumlah anggota yang menjalani tes urine secara mendadak di Mapolda Sumsel Jalan Jenderal Sudirman KM 4 Palembang, Selasa (24/4/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Mencegah keterlibatan anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel dalam penyalahgunaan nakorba, Ditresnarkoba Polda Sumsel melaksanakan tes urine terhadap anggotanya secara dadakan dan acak.

Hal ini dilakukan, karena anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel sangat rentan terkena penyalahgunaan narkoba dalam menjalankan tugasnya untuk memberantas peredaran narkoba.

Dir Resnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman mengatakan, pihaknya melaksanakan tes urine secara dadakan dan acak memang merupakan program berkala sesuai perintah Kabareskrim Mabes Polri.

"Ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini terhadap penyalahgunaan dan rehabilitas kepada anggota. Kami sudah berkomitmen dalam pemberantasan narkoba, maka secara internal kami melakukan tes urine terhadap organisasi kami sendiri," ujarnya, Selasa (24/4).

Baca:

Ruben Onsu Diramal Mbah Mijan, Sarwendah Marah Besar Hingga Tantang Ketemu

Pemkot Usulkan Tegal Binangun Masuk Palembang Tukar Guling dengan Wilayah Ini

Dengan pengawalan anggota provos, setidaknya sebanyak 132 anggota mengikuti tes urine dari total 145 anggota yang ada di Ditresnarkoba Polda Sumsel. Sisa anggota yang belum mengikuti tes urine, karena izin dinas sehingga belum bisa mengikuti tes urine.

Namun, bagi anggota yang izin berdinas akan dilakukan tes urine setelah anggota kembali berdinas.

Sanksi tegas, akan diberikan kepada anggota yang kedapatan bila urinenya positif karena narkoba. Karena, masalah narkoba bila sudah diberikan peringatan akan tetapi masih terlibat penyalagunaan dapat dikenakan sanksi sampai PTDH.

"Jika dari pemeriksaan ini terbukti ada yang menggunakan narkoba, akan diproses sesuai peraturan yang berlaku. Tetapi, bila masih bisa di rehabilitasi akan direhabilitasi. Bila tidak, maka sanksi lebih berat bisa kenakan," ujarnya.(*)

Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved