Konferensi Asia Afrika

Peranan Indonesia Membangun Asia dan Afrika, Mensikap Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-63

"Asia dan Afrika hanya dapat menjadi sejahtera, apabila bersatu dan bahkan keamanan seluruh dunia.

Peranan Indonesia Membangun Asia dan Afrika, Mensikap Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-63
ist
Noperman Subhi, S.IP., M.Si

Peranan Indonesia Membangun Asia dan Afrika
(Mensikap Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-63)
Oleh: Noperman Subhi, S.IP., M.Si
(Alumni Training of Trainers Lemhannas RI)
"Asia dan Afrika hanya dapat menjadi sejahtera, apabila mereka bersatu dan bahkan keamanan seluruh dunia tanpa persatuan Asia Afrika tidak akan terjamin!" (Ir. Soekarno) Konferensi Asia Afrika (KAA) atau Konferensi Bandung adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika --kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan, diselenggarakan 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka kota Bandung, Indonesia.

KAA dihadiri wakil-wakil dari 29 negara yang terdiri atas negara pengundang dan negara yang diundang. Negara pengundang meliputi Indonesia, India, Pakistan, Sri Lanka (Ceylon), dan Myanmar (Burma).

Sedangkan negara yang diundang 24 negara yaitu terdiri atas 6 negara Afrika (Mesir, Sudan, Ethiopia, Liberia, Libya dan Pantai Emas) dan 18 negara Asia (Filipina, Thailand, Kampuchea, Laos, RRC, Jepang, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Nepal, Afghanistan, Iran, Irak, Saudi Arabia, Syria/Suriah, Yordania, Lebanon,Turki dan Yaman).

Setelah Perang Dunia II berakhir, muncul dua kekuatan dunia yaitu Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet.

Kedua blok ini saling berebut pengaruh, sehingga menyebabkan ketegangan dunia internasional.

Perang dingin yang menyebabkan bangsa-bangsa Asia-Afrika sepakat menyelenggarakan KAA.

Selain dengan alasan adanya perebutan pengaruh, KAA juga dilatarbelakangi faktor-faktor sebagai berikut : Pertama, kenangan kejayaan masa lampau dari beberapa negara di kawasan Asia-Afrika.

Kedua, secara geografis benua Asia-Afrika letaknya berdekatan atau berbatasan, mempunyai sifat-sifat yang sama dan dapat saling melengkapi satu sama lain.

Ketiga, kedua benua memiliki beberapa pokok-pokok persamaan yang kuat.

Bangsa-bangsa Asia-Afrika bukan saja dipertalikan hubungan keturunan, budaya akan tetapi juga oleh hubungan keagamaan dan sejarah.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved