Pemkab Muba Siap Nyatakan Perang Terhadap Peredaran Miras Oplosan dan Narkoba 

asca terbongkarnya prektek home industri pembuatan minuman keras (Miras) palsu atau miras oplosan yang berada di Dusun IV Desa Terusan Kecamatan

Pemkab Muba Siap Nyatakan Perang Terhadap Peredaran Miras Oplosan dan Narkoba 
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Plt Bupati Muba Beni Hernedi pada saat temu wicara dengan masyarakat di Kecamatan Babat Toman. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni 

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Pasca terbongkarnya prektek home industri pembuatan minuman keras (Miras) palsu atau miras oplosan yang berada di Dusun IV Desa Terusan Kecamatan Sanga Desa pada Senin (16/4/2018) lalu.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bakal memperhatikan serius permasalahan tersebut dan siap menyatakan perang terhadap miras dan narkoba.

"Ya, ini menjadi perhatian serius bagi kita terkait soal miras oplosan ini, informasi yang saya terima mereka baru satu bulan beroperasi. Dan bisa memproduksi rubuan botol miras dalam satu bulan, beruntung bisa dihentikan oleh Polres Muba," kata Plt Bupati Muba Beni Hernedi, Rabu (18/4/2018).

Baca: Home Industri Miras Oplosan di Muba Digerebek, Sebulan Bisa Kirim 12 Ribu Botol ke Wilayah Sumsel

Lanjutnya, pada home industri tersebut mereka menyamar sebagai tempat menerima rongsokan dan juga berencana membuka rumah makan.

Hal tersebut menurutnya, penguasa wilayah seperti Camat dan Kades harus lebih menghetahui terlebih dahulu setiap usaha dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakatnya.

 "Jangan ada lagi tempat-tempat yang berkedok tempat rongsokan, tetapi nyatanya tempat penjual Miras oplosan. Saya akan tekankan kepada Camat dan Kades yang ada di Muba, untuk memantau wilayahnya masing-masing jangan sampai terjadi seperti ini lagi dan ini menjadi catatan penting," tegasnya.

Disinggung mengenai banyak sejumlah cafe remang-remang di wilayahnya, pihaknya bakal segera melakukan penertiban.

Baca: Pegawai Kementerian Hukum dan HAM Terlibat Narkoba Langsung Pecat

"Sebentar lagi masuk bulan Ramadhan, kita akan tertibkan cafe remang-remang yang ada, ini bertujuan untuk menghindari peredaran miras oplosan dan narkoba," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya terus melakukan sosialiasi mengenai peraturan daerah (Perda) pesta malam. Menurutnya, apabila Perda tersebut telah berjalan maka tidak menutup kemungkinan peredaran miras dan narkoba menjadi nol.

Baca: CPNS Terbukti Pakai Narkoba Langsung Dipecat

"Kita sudah mengesahkan perda pesta malam dan saat ini sedang kita lakukan sosialiasi terkait perda tersebut. Pasa 1 Juli nanti perda tersebut benar-benar kita terapkan, sehingga hiburan malam yang dapat menyebarkan miras dan narkoba dapat kita cegah," jelasnya. (*)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved