SriwijayaPost/

Tanpa Ada Paksaan, Kades Babatan Saudagar OI Serahkan Senpi Milik Warganya ke Polsek Pemulutan

Muhammad Syafik Kepala Desa Babatan Saudagar Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) secara sukarela menyerahkan senjata api

Tanpa Ada Paksaan, Kades Babatan Saudagar OI Serahkan Senpi Milik Warganya ke Polsek Pemulutan
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Secara sukarela Kades Babatan Saudagar Pemulutan Muhammad Syafik menyerahkan senpi ke Kapolsek Pemulutan AKP Zaldi SH MSi. 

Laproan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Muhammad Syafik Kepala Desa Babatan Saudagar Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan (Senpira) ke Polisi.

Penyerahan senpi yang dilakukan oleh Kades Babatan Saudagar tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan murni atas inisiatif pribadi.

Senpi yang diserahkan oleh Kades Babatan Saudagar yakni jenis senpi revolver warna silver berikut empat butir amunisi aktif jenis FN.

Baca: Ditulis dengan Kalimat tidak Menyenangkan Melalui Facebook, Tiara Melapor ke Polisi

Mengenakan pakaian seragam Dinas harian, Selasa pagi (17/4) pukul 10.00 didampingi Sekdes, Kades Babatan Saudagar langsung menghadap Kapolsek Pemulutan AKP Zaldi SH MSi sembari membawa senpi yang akan diserahkan.

Kapolsek AKP Zaldi menyambut baik inisiatif penyerahan senpi.

Dihadapan Kapolsek Pemulutan Kades Muhammad Syafik mengatakan, bila senpi yang diserahkan kepada petugas Kepolisian tersebut, merupakan milik warganya dan selama ini senpi revolver tersebut hanya disimpan tanpa pernah digunakan sekalipun.

Baca: Dua Truk di Jalintim Indralaya-Kayuagung Adu Kambing, Serpihan Kaca Hujami Santoso

"Alasannya sudah jelas, senpi ini kan barang berbahaya. Alhamdulillah atas kesadaran dari warga saya, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Akhirnya kita serahkan sepucuk Senpi ini ke Kapolsek Pemulutan," ujar Kades Muhammad Syafik, Selasa (17/4).

Ia menambahkan, kedepan pihaknya akan terus menghimbau kepada warganya khususnya yang merasa memiliki senpi untuk segera menyerahkan ke aparat Kepolisian.

Baca: Ikatri DPRD Sumsel Temukan Kekurangan Tenaga Pengasuh dan Pampers di Panti Jompo Tresna Wreda

Sementara itu, Kapolsek Pemulutan AKP Zaldi mengingatkan kepada warga Pemulutan lainnya bagi yang merasa memiliki dan menyimpan senpi untuk segera menyerahkan senpi ke aparat Kepolisian.

Baca: Kampanye ASRI di Sungai Lilin Muba Diwarnai Konvoi Becak

"Karena sudah jelas hukumannya maksimal 20 tahun penjara," ujar AKP Zaldi seraya menyebut bagi warga yang kedapatan memiliki, menyimpan senjata api ilegal maka pihaknya tidak akan segan-segan menindak tegas pelaku. (*)

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help