Pemilihan Gubernur Sumsel

Kampanye ASRI di Sungai Lilin Muba Diwarnai Konvoi Becak

"Kalau kampanye kan suka janji perbaikan jalan lah, ekonomi, listrik lah, nah setelah jadi (baca, terpilih) malah lupa."

Kampanye ASRI di Sungai Lilin Muba Diwarnai Konvoi Becak
istimewa

Laporan wartawan sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, SEKAYU --- Aksi konvoi tim Paslongub Sumsel ASRI (Aswari-Irwansyah) cukup mencuri perhatian warga Muba yang hendak lewat menggunakan kendaraan pribadinya saat mengunjungi Pasar Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin.

Beberapa warga nampak mengabadikan momen tersebut dari atas kendaraan. Ada juga warga yang berjalan kaki menyempatkan diri untuk berfoto bersama Aswari atau pun Irwansyah menggunakan kamera ponselnya.

Ditemui usai naik becak, dalam obrolan singkat, Cawagub Sumsel Irwansyah spontan ingin bentuk koperasi untuk tukang becak.

Hal ini dikatakan Wawan-sapaan karib Irwansyah, berdasarkan temuan saat mengobrol bersama tukang becak yang mengantarkan dirinya.

"Selama ini kan mereka (Tukang Becak) kurang sejahtera, penghasilannya seringkali kurang. Cuma cukup untuk makan, biaya lain seperti sekolah anak, kontrakan belum terbayar," ungkap mantan Walikota Pangkalpinang.

Meski demikian, sebenarnya pembentukan koperasi ini tidak hanya untuk tukang becak. Akan dibentuk koperasi lain yang juga untuk warga Sumatera Selatan, demi kesejahteraan hidup.

Masih di lokasi yang sama, sesampainya di pasar, kedatangan paslongub Sumsel nomor urut 2 yang didukung oleh partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di pilkada Sumsel 2018-2023 ini disambut baik oleh warga.

Meski kondisi jalanan yang tidak begitu baik, ditemani Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo, Aswari-Irwansyah tetap berkeliling pasar untuk menyerap aspirasi warga.

Markis, seorang Ibu berusia 50 tahun yang juga pedagang pakaian berpesan jika terpilih nantinya, Aswari-Irwansyah harus merealisasikan janji atas yang sudah diucapkan saat berkampanye.

Ia berharap, kepercayaan publik yang sudah dititipkan dapat dipelihara dengan baik, diantaranya dengan melaksanakan hal yang sudah dijanjikan.

"Kalau kampanye kan suka janji perbaikan jalan lah, ekonomi, listrik lah, nah setelah jadi (baca, terpilih) malah lupa. Seharusnya janjinya itu terealisasi, bukan hanya janji, bukan hanya omongan," kata Markis. (Abdul Hafiz/rel)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help