Jelang Bulan Puasa, Keluarga Penerima Manfaat Terima Bansos Lebih Cepat, Ingat Jadwalnya!

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipastikan akan menerima penyaluran bantuan sosial, seperti pembagian beras sejahtera (Rastra)

Jelang Bulan Puasa, Keluarga Penerima Manfaat Terima Bansos Lebih Cepat, Ingat Jadwalnya!
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Penyerahkan bantuan kepada warga penerima saat launching penyaluran bantuan sosial beras sejahtera. Dok Sripoku.com. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipastikan akan menerima penyaluran bantuan sosial, seperti pembagian beras sejahtera (Rastra), bantuan pangan non tunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH) lebih cepat menjelang bulan puasa.

Percepatan ini dilakukan agar kebutuhan keluarga penerima manfaat selama bulan puasa bisa terpenuhi.

"Biasanya tanggal 25 tiap bulannya, namun untuk bulan Mei dan Juni nanti akan dipercepat. Kalau tanggalnya saya belum tahu, karena masih menunggu instruksi.

Baca: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras dari Sebuah Toko di Desa Dalam Kabupaten Muaraenim 

Tapi, Presiden sendiri sudah memberikan statemen jika untuk penyaluran bantuan sosial bisa disegerakan untuk menyambut puasa dan Lebaran," ujar Kepala Dinas Sosial Pemprov Sumsel, Rosyidin Hassan, Selasa (17/4/2018) saat dijumpai di kantornya.

Baca: Demi Percantik Kota Pemkot Gandeng Swasta Perbaiki Halte Transmusi

Lebih lanjut ia menjelaskan, agar memperlancar proses penyaluran tiga program tersebut, maka dibutuhkan peran serta dari pemerintah setempat. Misalnya, dapat memperbanyak titik distribusi penyaluran.

Kabid Penanganan Kemiskinan, Adi Darmadi menambahkan, jika jumlah KPM yang menerima rastra tahun ini sebanyak 461.538 KPM. Data tersebut saat ini sedang dilakukan evaluasi dan validasi mengingat basis data terpadu (BDT) yang digunakan untuk penyaluran rastra merupakan hasil pemuktahiran 2015.

Baca: Akibat Gaji Pemain Terlambat, Sriwijaya FC Diterpa Isu tak Sedap, Ada yang Menduga Ulah Oknum

"Datanya saat ini sedang dievaluasi. Mungkin saja, KPM sudah ada yang meninggal, pindah tempat tinggal ataupun sudah kaya. Jadi sedang divalidasi datanya untuk mendapatkan data real dan terupdate," tutupnya.(*)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help